PKS Yang Memakai Incenerator Wajib Uji Emisi 2 Kali Setahun

PKS Yang Memakai Incenerator Wajib Uji Emisi 2 Kali Setahun
Ket poto - Tampak Poto salah satu PKS Di Pasbar yang melakukan pembakaran janjangan kosong memakai Incenerator atau tungku bakar. (bisri batubara)
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasaman Barat tegaskan agar perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang melakukan pembakaran janjangan kosong memakai Incenerator atau tungku bakar melakukan uji emisi.

“PKS yang melakukan pembakaran janjangan kosong memakai Incenerator wajib melakukan uji emisi 2 kali setahun. Dan melaporkannya ke Dinas Lingkungan Kabupaten Pasaman Barat,” tegas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Andrinaldi. AP.M.Si melalui Kepala Bidang Penataan, Penaatan PPLH dan Peningkatan Kapasitas dinas Lingkungan Hidup, Zulkarnain, S.Pd MM, Selasa (28/8/2018).

Melakukan uji emisi atas kualitas udara itu kata Zulkarnaen, sesuai dengan dokumen UKL UPL yang dimilikinya. Agar, sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Karena, setau kita di Pasaman Barat ini belum ada PKS yang diberikan Izin pembakaran janjangan kosong memakai Incenerator oleh DLH Pasbar.

“Izin operasional Incenerator atau tungku bakar janjangan kosong kelapa sawit mungkin saja diterbitkan oleh pihak Kementrian Lingkungan Hidup. Tapi, sampai sekarang kita belum pernah lihat surat perizinan itu,” ungkap Zulkarnaen.

Di Pasaman Barat bagian Utara, kalau tidak salah kata Zulkarnaen, ada tiga perusahaan yang melakukan pembakaran yaitu PT. Sawita Pasaman Jaya (SPJ), PT. Usaha Sawit Mandiri (USM) dan PT. Berkat Sawit Sejahtera (BSS).

“Kita akan minta hasil uji emisi atas kualitas udara hasil dari pembakaran janjangan kosong memakai incenerator sejak beberapa tahun belakangan ini,” tukasnya.

Setelah dikonfirmasi Bidang Pengawasan dan Penindakan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, Cietro, mengatakan, kalau domestik gak perlu izin karena itu bukan Limbah B3.

“Yang wajib hanya pemantauan/ pengujian berkala 2 kali setahun,” ujarnya. (Red)




Bagikan:
Loading...