Pokdakan Suak Bungo Tanjung Bakal Jadi Percontohan

Pokdakan Suak Bungo Tanjung Bakal Jadi Percontohan
Tambak Udang Vaname Pokdakan Suak Bungo Tanjung, Air Bangis, Pasbar. (istimewa)
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman Barat, Arial Efendi. SH mengajak masyarakat bergelut pada bisnis perikanan budi daya seperti yang dikembangkan pengusaha tambak udang vaname di Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat.

“Usaha seperti ini dapat menguntungkan bagi pengusaha, bahkan bagi petani tambak bila membuka usaha tambak udang vaname ini,” kata Arial Efendi, Minggu (23/9/2018).

Di sela meninjau usaha kolam tambak udang vaname Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) di Pasa Pokan, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Arial Efendi menjelaskan bahwa, wilayah setempat memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan usaha perikanan budi daya komoditas udang vaname.

“Selain kecocokan lingkungan, daerah setempat juga memiliki sumber air yang bagus sebagai pendukung dalam menjalankan usaha itu, karena syarat utama pengembangan usaha ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar,” diterangkan Arial Efendi.

Arial Efendi lebih menjelaskan, mengelola usaha tambak udang perlu beragam pendukung alam, seperti memiliki sumber air yang bersih, lingkungan yang bagus.

Nagari Air Bangis memiliki kriteria itu, namun sejauh ini diketahui belum sepenuhnya berkembang. Buktinya baru satu Pokdakan dengan Lima kolam yang sudah ada.

“Di Pasaman Barat, usaha ini baru ditekuni Pokdakan Suak Bungo Tanjung di Nagari Air Bangis, belum pernah panen. Semoga, nantinya bisa memghasilkan dan menjadi percontohan bagi masyarakat atau Pokdakan lain di Kabupaten Pasaman Barat ini,” katanya juga.

Diungkapkan Arial, bahwa budi daya udang vaname di Kabupaten Pasaman Barat seperti di Air Bangis dan Nagari Sasak mulai ada. Karena itu, dia berharap akan ada pengusaha lain yang menyusul membangun usaha serupa di Pasaman Barat ini.

“Benih sebanyak 321.875 ekor, Pakan 9.375 Kg, Terpal 5 Unit, Kincir 5 Kg dan Obat-obatan 5 unit sudah diserahkan bantuan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat kepada Pokdakan Suak Bungo Tanjung, beberapa hari lalu,” ujar Arial.

Dalam hal perawatan, menurut Arial tidak begitu sulit, hanya butuh keseriusan untuk melakukan pemantauan secara rutin, memberikan pakan, dan mengecek kestabilan plakton yang mesti dilakukan secara teknis.

“Kami siap memberikan dampingan kepada pengusaha atau pun masyarakat petani yang mengembangkan udang vaname. Walaupun perawatannya tidak begitu sulit, namun tetap saja penanganan udang vaname diperlakukan secara khusus,” ujar Arial.

Ahdiyarsyah, salah seorang pengurus Pokdakan Suak Bungo Tanjung menyatakan dirinya sudah beberapa kali memgikuti pelatihan dan study tentang budi daya Udang Vaname di Medan, Provinsi Sumatera Utara.

“Dari hasil pelatihan dan study tersebutlah, saya dan kawan-kawan mendirikan Pokdakan Suak Bungo Tanjung untuk budi daya Udang Vaname. Karena, dari hasil pelatihan dan study tersebut usaha tambak Udang Vaname itu sangat memuaskan dan udang vaname merupakan komoditas kualitas ekspor,” terangnya.

Apabila usaha ini berhasil kata Ahdiyarsyah, maka kami akan lebih kembangkan lagi dari Lima kolam yang ada. Apalagi, areal untuk tambak masih ada dan masih luas.

“Kebutuhan Udang Vaname ini tergolong tinggi di luar negeri, seperti ke Uni Eropa dan Amerika,” tukasnya. (Red)




Bagikan:
Topik: , , , ,
Loading...