Polda Sumbar Ungkap Tindakan Penyelundupan Kayu Ilegal

Polda Sumbar Ungkap Tindakan Penyelundupan Kayu Ilegal
Kabid Humas Polda Sumbar KBP Syamsi didampingi Kasubdit IV Dit Reskrimsus AKBP Rohman Hari Purnomo memperlihatkan mobil dan kayu sitaan yang diduga ilegal. (Istimewa)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Sub Direktorat IV Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) mengungkap tindakan penyelundupan kayu ilegal terhadap sebuah gudang toko bangunan kayu yang berada di jalan Padat Karya, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat pada Selasa, 17 April 2018 lalu.

Satu pelaku yang merupakan pemilik dari toko bangunan Maulana, I-S, 43, ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kabid Humas Polda Sumbar KBP Syamsi menyatakan, dalam penangkapan tersebut, pelaku berjumlah dua orang.

“Namun, kami hanya berhasil menangkap satu orang yaitu pemilik lokasi yang dijadikannya tempat pemasaran kayu tersebut. Sementara sopir truk tersebut melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian orang (DPO) Polda Sumbar,” ungkap Syamsi yang didampingi Kasubdit IV Dit Reskrimsus AKBP Rohman Hari Purnomo kepada sejumlah awak media, Selasa, 24 April 2018.

Dijelaskan mantan Wadir Lantas Polda Sumbar tersebut, pihaknya melakukan pengungkapan adanya dugaan tindakan aktifitas kayu ilegal (ilegal logging, red) lantaran pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat Sijunjung terkait aktifitas yang dilakukan I-S Cs membawa hasil kayu dari hutan yang berada di sekitar wilayah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

“Dugaan yang kami sangkakan kepadanya tindak pidana mengangkut, menguasai, memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) yang berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah. Terkait apakah itu hutan produksi maupun hutan lindung, kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” tutur pria berdarah Bugis, Sulawesi Selatan tersebut.

Dari hasil tangkapan, polisi menyita satu unit truk jenis Colt Diesel dengan nomor polisi (nopol) BA 8094 AE bermuatan kayu lebih kurang 6 meter kubik dan kayu hasil hutan sebanyak lebih kurang 10 meter kubik yang berada di gudang toko tersebut. Kayu yang diamankan petugas terdiri dari berbagai macam, salah satunya adalah meranti dan diketahui gudang penyimpanan kayu yang sudah berjalan tiga bulan tersebut juga dijadikan sebagai tempat pemasaran dan penjualan kepada masyarakat umum. [ADL]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...