Polres Bukittinggi Akan Tindak Bagi Pelaku LGBT Yang Tertangkap Tangan

Polres Bukittinggi Akan Tindak Bagi Pelaku LGBT Yang Tertangkap Tangan
Bagikan:

Bukittinggi, RedaksiSumbar.com – Dengan maraknya berbagai akun di media sosial Facebook yang mengatasnamakan grup Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender, atau yang lebih dikenal dengan istilah LGBT, mulai menimbulkan keresahan warga dunia internet (Warganet) di Kota Bukittinggi.

Bagaimana tidak grup LGBT tersebut itu memuat sejumlah status yang tidak senonoh yang mendapat tanggapan negatif dari netizen, khusunya warga kota Bukittinggi, dan jumlah netizen yang tergabung dalam grup ini dari pantauan melalui akun Facebook mencapai ratusan orang.

Sejumlah warga Bukittinggi yang mulai resah dengan munculnya grup tersebut, membagikan grup LGBT ini ke grup Kaba Bukittinggi dengan tujuan Pemerintah Kota Bukittinggi dan pihak Kepolisian mengambil tindakan, karena hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan, saat kaum yang dinilai memiliki permasalahan seksual itu meresahkan.

Hal tersebut di tanggapi Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar di sela-sela kesibukannya(22/12), mengatakan, siapapun yang pro terhadap LGBT bertentangan dengan Pancasila yang merupakan norma dasar Negara Republik Indonesia.

“Apabila terdapat tindakan yang secara nyata melakukan hubungan diluar batas kewajaran seperti kasus pesta seks gay di sebuah Gymnastic Jakarta beberapa waktu lalu, barulah Polres Bukittinggi dapat melakukan penindakan,” jelasnya.

Arly Jembar Jumhana meminta masyarakat apabila menemukan perilaku LGBT yang meresahkan, untuk segera melaporkan pada Mapolres Bukittinggi, sehingga pelakunya dapat diamankan, dilanjutkan dengan penyelidikan.

“Cara bertindak yang dipakai Polres Bukittinggi untuk melakukan pengungkapan sifatnya rahasia, terutama dalam memantau grup LGBT yang ada di Facebook ini, dan kepada masyarakat juga harus waspada, mengingatkan anak dan saudara untuk tidak ikut bergabung dalam grup yang meresahkan itu,” tukasnya.

Arly Jembar Jumhana menambahkan, LGBT menjadi fenomena di tengah-tengah masyarakat yang harus diwaspadai, terutama Indonesia yang merupakan negara hukum, begitu juga di Bukittinggi yang terkenal dengan aturan adat istiadat, yang mengacu pada filosofi Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), dan jelas nya melarang keberadaan LGBT.[Rud]




Bagikan:
Topik: ,
Loading...