Produsen Kerupuk Kamang Hilia Manfaatkan Lahan Tidur

Produsen Kerupuk Kamang Hilia Manfaatkan Lahan Tidur
Salah seorang produsen kerupuk khas Kamang Hilia tengah membuat makanan khas tersebut. (Istimewa)
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com – Wali Nagari Kamang Hilia Khudri meminta masyarakat yang berada di kawasan tersebut untuk memanfaatkan lahan tidur untuk bercocok tanam, seperti menanam ubi kayu sebagai antisipasi dalam pengadaan bahan baku produksi kerupuk khas Kamang.

“Setidaknya ada 500 warga yang memproduksi kerupuk tersebut dan saat ini terkendala dalam mendapatkan bahan baku. Agar tak kesulitan, mereka diminta untuk memanfaatkan lahan tidur dengan bertanam ubi kayu,” katanya, Senin, 23 April 2018.

Kerupuk Kamang diketahui telah lama diproduksi dan dijadikan sebagai komoditas utama masyarakat Kamang untuk memperbaiki ekonomi mereka. Cemilan tersebut diketahui memiliki rasa yang khas, gurih, renyah dan cocok dijadikan teman makan.

Salah seorang produsen kerupuk El, 54, mengatakan bahwa dirinya bisa memproduksi kerupuk kamang dalam sehari sebanyak 60 kilogram per hari dengan bahan baku untuk saat ini didatangkan dari sejumlah kawasan di Sumatera Barat.

“Pemesan kerupuk ini bukan hanya dari dalam daerah saja, melainkan dari luar Sumbar seperti Pekanbaru, Jambi, Palembang dan Bengkulu dan hingga ke pulau Jawa dengan harga jual yang cukup terjangkau antara Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per ikatnya,” paparnya.

Sambung El untuk saat ini kerupuk yang diproduksinya selalu dibeli oleh para distributor untuk didistribusikan ke sejumlah daerah.

“Harga jual ubi kayu dari para petani pun lebih mahal dari biasanya yang hanya Rp100 ribu hingga Rp 150 ribu perkarung menjadi Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per karungnya, untuk mensiasatinya, kami memanfaatkan lahan tidur demi mengurangi ongkos produksi juga,” ungkapnya. [JNS]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...