Proyek Jalan Berdebu, Masyarakat Minta Penyiraman Intensif | Redaksi Sumbar

Proyek Jalan Berdebu, Masyarakat Minta Penyiraman Intensif

Proyek Jalan Berdebu, Masyarakat Minta Penyiraman Intensif
Kondisi debu akibat pengerjaan proyek jalan di kecamatan Ranah Pesisir, kabupaten Pessel. (Rega Desfinal)
Dibaca : 144 Kali
Bagikan:

PESISIR SELATAN, RedaksiSumbar.com – Kepala Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah II Provinsi Sumbar, Abdul Halim, membenarkan keluhan masyarakat yang terdampak pencemaran udara akibat pengerjaan proyek pelebaran jalan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Menurutnya dalam waktu dekat, pihaknya akan mengevaluasi perusahaan yang bersangkutan untuk bertanggung jawab penuh terkait persoalan tersebut.

“Benar, kami sudah dapat laporan terkait hal itu. Bahkan anggota DPRD Provinsi ada yang menelpon kepada saya,” sebutnya saat dihubungi media, di Painan. Rabu (5/4/2017)

Menurutnya, pengerjaan proyek pelebaran jalan tersebut, dimulai dari kilometer 131 hingga kilometer 188 (Painan-Tapan), hingga dibagi menjadi tiga paket. Pengerjaannya dimulai dari Painan-Kambang, Kambang-Inderapura, dan Inderapura-Tapan. Namun, ketiga paket itu, Kambang-Inderapura yang paling parah terkait debu.

“Pengerjaan paket Kambang-Inderapura sekitar 30 km. Namun, masih belum tertutup aspal hingga saat ini. Nah, itulah penyebab terjadinya debu,” ungkapnya.

Selain persoalan debu, paket Kambang-Inderapura yang dikerjakan oleh pihak kontraktor PT. Lancar Jaya Mandiri Abadi dan Cahaya Tunggal Abadi (JO) itu, juga bermasalah dalam pencapian target pengerjaannya.

“Padahal perusahan tersebut, sudah dua kali kami evaluasi kinerjanya. Jika sampai tiga kali, maka akan kita berikan sanksi,” jelasnya.

Informasi dilapangan, lanjut dia, untuk penyiraman paket Kambang-Inderapura, hanya menempatkan satu unit mobil tangki air saja, dengan dua kali penyiraman dalam sehari. Namun, karena cuaca sedang musim panas, menjadi cepat kering dan cepat menimbulkan debu.

“Padahal kami sudah intruksikan untuk menambah 5 unit mobil tangki air secara keseluruhan dan ditempatkan disetiap kecamatan yang ada. Untuk penyiraman agar dilakukan empat kali dalam satu hari,” terangnya.

Seorang pedagang makanan Jasmena (44), warga kecamatan Ranah Pesisir yang bermukim di depan kantor BRI Balai Selasa mengakui, sangat terganggu dengan debu yang ditimbulkan oleh pengerjaan proyek tersebut. Akibatnya ia terpaksa tidak berjualan karena setiap hari harus terpapar debu jalanan.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Polres Pessel Tingkatkan Kamtibmas

“Mana mau orang singgah Pak, debu dimana-mana. Macet ekonomi sejak masuknya proyek pelebaran jalan ini. Jualan sudah tidak bisa lagi. Sementara aktivitas di luar rumah juga terganggu,” keluhnya saat itu.

Sementara itu, Kadis Prasjaltalkim dan Perumahan Rakyat Kabupaten Pessel, Era Sukma Munaf, belum bisa dihubungi terkait hal itu. [Rega Desfinal]

Bagikan:
Tags: , , , , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close