Proyek Jalan Nasional di Pasaman Barat Dibidik

Proyek Jalan Nasional di Pasaman Barat Dibidik
Tampak pelaksanaan pengaspalan dijalan nasional yang mengaspal di musim hujan dan mengabaikan K3. [Ist]
Bagikan:

PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Kontraktor pelaksana proyek pembangunan jalan nasional pada paket Simpang Empat – Air Balam, Kabupaten Pasaman Barat diduga abaikan Keselamatan dan Keselamatan Kerja (K3). Buktinya, saat melakukan pengaspalan, pihak rekanan membiarkan karyawannya tidak memakai safety (pengaman) dan juga minimnya rambu-rambu.

Menurut salah seorang pengendara, Kisman, mengatakan bahwa saat adanya pekerjaan jalan nasional itu, pengendara sering dibuat pusing oleh kontraktor. Karena, rambu jalan tidak jelas, hingga mengakibatkan macet.

“Musim hujan, kita sangat menyayangkan minimnya rambu jalan tersebut. Karena, sering macet dan kita terpaksa kehujanan. Sementara proses pengaspalan terus saja lanjut walaupun air di jalan itu menggenang,” terangnya di Simpang Empat.

Ditambahkan, Wakil Ketua Bidang OKK Ormas PEKAT IB Pasaman Barat, Ruswar Dedison, mengatakan kontraktor pelaksana jalan nasional itu tidak mengutamakan keselamatan, baik itu pengguna jalan maupun karyawannya sendiri.

“Karyawan tidak pakai helm ataupun safety lainnya, tampak dibiarkan saja. Begitu juga dengan rambu jalan,” tegasnya.

Lebih parah lagi kata Dedi, saat pengaspalan pihak rekanan tidak melihat cuaca. Buktinya, mengaspal di hujan itu sering terjadi dan malah tampak genangan air terus juga diaspal tanpa mengeringkannya terlebih dahulu.

“Kita akan segera melaporkan beberapa temuan dilapangan, agar tidak terjadi kerugian terhadap masyarakat. Karena, pembangunan ini berkat pajak yang masyarakat bayar,” tegasnya.

Setelah dikonfirmasi salah seorang pelaksana proyek jalan nasional di Kabupaten Pasaman Barat di nomor 081365746xxx tidak mengangkat. Saat ditemui dilapangan, bersangkutan juga tidak ada.

Dicoba menghubungi PPK 1.4 BPBJN Sumatera Barat, Isman, ke nomor 08126696xxx tidak juga mengangkat. Begitu juga dengan di kirim pesan tidak juga dibalas.

Secara terpisah, pernah dikatakan anggota DPRD Pasaman Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Samsul Bahri, mengatakan pelaksanaan pekerjaan proyek jalan nasional ini memang tampak buruk.

“Kita berharap agar instansi terkait seperti pihak Kementrian PUPR di Jakarta melihat kondisi lapangan proyek ini, apakah sudah sesuai dengan spek tekhnis atau belum. Karena, merekalah yang tau akan tekhnis,” katanya.

Diharapkan juga, pekerjaan ini selesai sesuai jadwal kontrak yang ada, agar tidak terjadi dua tahun pekerjaan. “Kita berharap pihak Satker tegas, agar pekerjaan ini rampung sesuai waktu yang tertera di kontrak,” pintanya. [Bis]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan