Proyek Rehab Irigasi Batang Batahan Oleh Sumut II Diduga Asal Jadi | Redaksi Sumbar

Proyek Rehab Irigasi Batang Batahan Oleh Sumut II Diduga Asal Jadi

Proyek Rehab Irigasi Batang Batahan Oleh Sumut II Diduga Asal Jadi
Tampak pasangan batu yang pecah dan retak hingga tidak diplester
Dibaca : 110 Kali
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Proyek Pemeliharaan D.I Batang Batahan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Sumatera Barat dan Kabupaten Mandahiling Natal (Madina) Sumatera Utara oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II Sumatera Utara di Jorong Parkandangan, Muara Mais, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, masih banyak yang pecah dan retak tetap dibiarkan tanpa dikerjakan.

Pantauan tim redaksisumbar.com dilapangan, ada beberapa titik didekat pasangan yang baru masih banyak yang pecah dan retak, dan di dalam jaringan bekas pasangan yang ambruk tetap saja dibiarkan. Akibatnya, sampah banyak menumpuk areal itu.

Menurut salah seorang warga Kecamatan Ranah Batahan, Suyadi, kepada RedaksiSumbar.com, Kamis (11/5/2017) mengatakan ini pekerjaan asal jadi saja. Karena, titik kerusakan itu masih saja dibiarkan, malahan pindah lokasi kerja.

“Kita sudah lihat ke lapangan, ada beberapa titik tidak dijamah, padahal didekat situ sudah ada yang dikerjakan. Sekarang para rekanan sudah pindah tempat kerja ke yang lain dengan meninggalkan yang rusak itu,” sebut Suyadi.

Dikatakan Suyadi, Proyek ini juga tidak ada plang merek sama sekali, baik itu di titik nol ataupun dilokasi kerja. Tentu, dengan tidak adanya plang proyek, warga menganggap ini proyek siluman.

“Proyek ini nilainya bukan kecil dan pruntukan sama petani, tentu perlu transparansi dari pihak rekanan. Apalagi proyek ini didanai oleh dana APBN Tahun 2017,” sebutnya.

Yang sangat dikesalkan lagi kata Suyadi, saat pekerjaan berlangsung tidak didampingi oleh pengawas dari pihak BWSS II Sumatera Utara dan juga tidak ada konsultan pengawas dilapangan.

“Diminta kepada pihak BWSS Wilayah II Sumatera Utara untu turun kelapangan melihat kinerja atau progres kerja rekanan. Karena kalau tidak ada pengawas ataupun konsultan pengawas tentunya pekerjaan itu tidak akan epektif dan pihak rekanan punya celah untuk bermain,” serunya.

Baca Juga :  Penyebab Ikan Mati di Sungai Batang Pandan Kinali Menunggu Hasil Labor

Disamping itu, petugas pintu air jaringan irigasi Batang Batahan, Syakban, saat dikonfirmasi mengatakan kurang tau dimana saja kerja, karena pihak rekanan baru satu kali datang ke Pasaman Barat ini. Juga proyek ini informasinya di Subkon ke pihak ketiga.

“Aku tidak begitu tau siapa pengawas ataupun konsultannya, karena tidak pernah komunikasi. Dan sepengetahuan baru satu kali datang ke proyek itu,” kata Syakban.

Setelah dikonfirmasi plaksana lapangan Agus Harahap mengatakan, plang proyek itu ada tapi tinggal dimess karena belum dipasang. Proyek ini dikerjakan oleh CV.Krisa Tama dengan nilai kontrak Rp. 865.404.100.00.

“Pasangannya sudah siap, tinggal nyisip saja lagi. Makanya kami pindah areal kerja dari parkandangan muara mais ke Jorong Kampung Baru,” katanya.

Diakui, Pengawas Proyek Tidak ada setiap hari, tapi dia hadir kadangan tiga hari lalu pulang lagi. “Untuk setiap harinya, pengawas dari BWSS II Sumut tidak ada dilokasi kerja, hanya datang sesekali saja,” sebut Agus.

Pemilik Perusahaan CV Krisa Tama, Krisman melalui telepon genggamnya mengatakan semuanya ada, plang ada dipasang. Pekerjaan itu belum dan masih banyak item yang harus dikerjakan.

“Kita akan bekerja sesuai spek yang ada. Jadi pekerjaan yang tertinggal nantinya akan dilakukan penyisipan kembali,” sebutnya. [Bisri Batubara]

Bagikan:
Tags:



Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close