PT. AAI Pasaman Barat Diduga Langgar Kesepakatan | Redaksi Sumbar

PT. AAI Pasaman Barat Diduga Langgar Kesepakatan

PT. AAI Pasaman Barat Diduga Langgar Kesepakatan Dibaca : 1775 Kali
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com РDitolaknya Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit milik masyarakat Pasaman Barat oleh pabrik kelapa sawit PT. Agro Andalas Industri (AAI) di Kinali, Kabupaten Pasaman Barat diduga langgar kesepakatan awal pendirian pabrik. Pasalnya, pendirian pabrik itu salah satunya adalah untuk menyejahterakan masyarakat.

Salah seorang pengumpul Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, Farizal, yang juga tokoh muda di daerah tersebut mengatakan, perusahaan ini tidak ada kepeduliannya terhadap masyarakat, hanya mementingkan usahanya sendiri tanpa mengindahkan masyarakat sekitarnya.

“Apakah investor seperti ini yang harus di biarkan di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat ini,” ungkap Farizal, kepada RedaksiSumbar.com, Minggu (26/3/2017) di Kinali.

Kita masyarakat sekitar perusahaan ini sudah menyurati Bupati Pasaman Barat belum lama ini, karena kita merasa sudah ditindas oleh investor kelapa sawit tersebut.

“Kita tidak bisa membiarkan perusahaan itu berbuat sesukanya saja. Karena, PT. AAI ini berdiri atas dasar persetujuan masyarakat dan memiliki syarat kala itu,” sebutnya.

Dijelaskannya, pabrik kelapa sawit PT. AAI tidak menerima sawit masyarakat sejak setahun yang lalu. Sampai sekarang belum juga, padahal sudah ada kesepakatan bersama belum lama ini yang dimediasi oleh Pemerintah.

“Kita sangat kecewa terhadap tindakan yang dilakukan management PT. AAI ini. Tidak ada menghargai kesepakatan, apakah kita masyarakat setempat ini hanya sebagai penonton,” tegasnya.

Menyikapi keluhan itu, Ketua Komisi IV DPRD Pasaman Barat, Almasyah, di Kinali kepada RedaksiSumbar.com menyampaikan bahwa akan memanggil pihak pabrik kelapa sawit PT. AAI secepatnya. Karena, sudah lupa akan tanggung jawabnya.

“Kita akan jadwalkan secepatnya pemanggilan terhadap manajemen perusahaan itu, dan kita akan tanyakan apa maksud dan tujuannya melakukan penghentian pembelian sawit masyarakat ,” terang Alamsyah.

Baca Juga :  Dinas Perikan Pasaman Barat Serahkan Bantuan Benih Ikan ke Pemuda Kinali

Selain itu kata Alamsyah, kita sudah mendengar bahwa Bupati Pasaman Barat sudah menyurati pihak PT. AAI agar menerima sawit masyarakat.

“Kita akan pastikan surat itu sudah diterima perusahaan atau belum, kalau sudah berarti perusahaan itu mengabaikan surat Bupati Pasaman Barat,” tegas Politisi Partai Hanura itu.

Setelah dikonfirmasi, Pimpinan PT. AAI melalui Kepala Tata Usaha, Andri, Mengatakan surat dari Bupati Pasaman Barat sudah diterima pada tanggal 20/3/2017 lalu. Sekarang surat itu sudah dikirim ke pimpinan di Malaysia.

“Kita sudah kirim surat Bupati Pasaman Barat itu ke pimpinan, tentu menunggu realisasi pimpinan. Kalau masalah tidak diterimanya sawit masyarakat dan adanya kesepakatan tentu lebih tahunya pimpinan yang di Malaysia. Apalagi kan, perusahaan ini Penanam Modal Asing (PMA),” jelasnya. [Bisri Batubara]

Bagikan:
Tags: , , , , ,



Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close