RDP Terkait Harga Sawit Di Pasbar Belum Temukan Keputusan

RDP Terkait Harga Sawit Di Pasbar Belum Temukan Keputusan
Ket poto - Tampak peserta RDP terkait harga sawit di DPRD Pasbar. (Bisri)
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Perwakilan perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat hadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman Barat terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Masyarakat, Senin (20/8/2018).

Rapat Dengar Pendapat antara DPRD Pasbar dengan pihak perusahaan PKS itu digelar di Ruang Badan Permusyawaratan (Bamus) DPRD Pasbar. Turut juga dihadiri oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Sumatera Barat, Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Pasaman Barat dan beberapa LSM, Ormas serta media.

Acara dibuka langsung oleh Ketua DPRD Pasaman Barat, H. Daliyus. K didampingi oleh gabungan fraksi.

Ketua DPRD Pasbar, H. Daliyus. K dalam pembukaannya meminta kepada pihak perusahaan PKS apakah bersedia mengikuti harga yang sudah ditentukan itu. Karena, itu adalah bahasan kita hari ini.

Dalam pantauan, pihak perusahaan belum bisa menjawab jelas. Malah, salah seorang dari pihak perusahaan, Drs. Erefriwan meminta acara dimulai dulu. Baru nanti dibahas apa yang harus dibahas.

Ditambahkan salah seorang dari LSM, Zulkufli Nasution, mengatakan kalau yang hadir tidak bisa memberikan keputusan, lebih baik RDP ini ditutup. “Lebih persoalan harga TBS ini dibuat Panitia Khusus (Pansus),” tegasnya.

Dilanjutkan salah seorang anggota DPRD Pasbar dari Fraksi PPP, Muhammad Umar. SE mengatakan bahwa sudah berusaha agar harga sawit ini naik harga. Namun, sinergi dari Pemerintah Daerah saja nampaknya kurang respon.

“Apalagi langkah kami sebagai anggota DPRD Pasbar terkait menaikkan harga Tandan Buah Segar (TBS) ini,” tanyanya.

Ditambahkan dari Fraksi Partai Gerindra, Farizal Hafni. ST menegaskan bahwa kalau tidak ada dari pihak perusahaan yang hadir yang bisa memberikan keputusan lebih baik sidang ini ditutup saja.

“Terkait harga TBS kita harus, karena ini menyangkut nasib masyarakat. Jangan alaskan harga CPO turun,” tegas Faruzal Hafni juga. (Red)




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...