Ribuan Warga Padati Kantor DPRD Tanah Datar Terkait Tapal Batas

Ribuan Warga Padati Kantor DPRD Tanah Datar Terkait Tapal Batas
Tampak warga sedang berada di halaman kantor DPRD Tanah Datar.
Bagikan:

TANAH DATAR, RedaksiSumbar.com – Ribuan Warga Jorong Bukit Gombak, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar datangi Gedung DPRD Tanah Datar terkait persoalan tapal batas lapangan pacu kuda, Jumat (6/10/2017). Akibat kedatangan ribuan masyarakat itu, nyaris saja alek pacu kuda batal.

Dalam penyampaiannya, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Baringin, N. Malin Maradjo meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, terkait tapal batas antara Nagari Baringin dengan Nagari Saruaso, terus menghentikan segala aktivitas di tanah ulayat masyarakat jorong Bukit Gombak serta diminta DPRD pro aktif mendorong Pemda untuk pertemuan pembahasan tapal batas.

Ditegaskan N. Malin Maradjo, Aksi ini dilaksanakan karena, rasa ketidakpuasan Warga Nagari Baringin, khususnya ninik mamak Baringin terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Tanah Datar,yang tak kunjung selesai, terkait persoalan tapal batas nageri bertetangga ini.

“Kami turun kejalan hanya untuk mendapatkan keadilan dalam penyelesaian sengketa Tanah tempat Pacu Kuda,” ujarnya.

Perwakilan warga dan DPRD Tanah Datar sedang duduk bersama di Kantor DPRD Tanah Datar.

Disampaikan N. Malin Marjo juga bahwa, Warga Nagari Baringin tidak akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa saat pelaksanaan pacu kuda nanti. Menurutnya, warga Bukit Gombak tidak akan bisa lolos pelaksanaan pacu kuda, jika hal ini tidak bisa sampai pelaksanaan pacu kuda, takutnya ada pertikaian antara sesama warga nagari.

Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, mengatakan bahwa DPRD bersama Pemerintah Daerah akan meninjau ulang kasus mengenai tapal batas ini. “DPRD akan segera menyurati pemerintah daerah Tanah Datar, terkait sengketa ini,” tegas Anton.

Anton Yondra juga meminta kepada warga, agar jangan sampai terprovokasi dengan hal-hal yang belum jelas. Juga diminta kepada anggota Satpol PP untuk berjaga-jaga dilokasi sengketa agar tidak bisa ricuh.

“Saya meminta kepada pihak keamanan khususnya Satpol PP agar melakukan keamanan dilokasi sengketa,” pintanya.

Terkait pelaksanaan pacu kuda yang direncanakan dalam waktu dekat ini, kita belum mengatahui apa-apa. Bahkan kita tidak tahu siapa panitianya, kapan di selenggarakannya, dan SK panitianya mana.

Dalam jumpa pers dengan media terbangun salah seorang wartawan mahkota, pacuan kuda yang akan diadakan pada tanggal 14/15 Oktober nanti.

“Bisa saja diundur sampai jadwal yang ditentukan,” tutup Ketua DPRD itu. [Riadi]

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan