Roy Marten : Sumbar Miliki Pesona Alam dan SDM Berkualitas di Dunia Perfilman | Redaksi Sumbar

Roy Marten : Sumbar Miliki Pesona Alam dan SDM Berkualitas di Dunia Perfilman

Roy Marten : Sumbar Miliki Pesona Alam dan SDM Berkualitas di Dunia Perfilman Dibaca : 400 Kali
Bagikan:




PADANG,RedaksiSumbar.com –¬†Melanjutkan rencana pencarian bibit baru dalam dunia perfilman dan juga sekaligus sebagai rangkaian dari produksi film, Persatuan Artis Film Indonesia Sumatera Barat (Parfi Sumbar) melakukan lokakarya perfilman terhadap 30 peserta yang lolos dalam open casting yang digelar pada 15 Januari 2017 lalu.

Ketua Umum Parfi Sumbar, Fadly Amran menyebutkan bahwa nantinya para peserta yang lolos dalam audisi dalam produksi film Cinta di Bawah Langit, dan 2.891 Mdpl akan dipertimbangkan untuk masuk menjadi anggota biasa Parfi Sumbar, setelah dilantik oleh pengurus pusat Parfi.

“Salah satu tahapan dari pra pelantikan, kita sudah melakukan casting, seminar dan setelah pelantikan kita juga melakukan produksi film. Kedepannya sineas muda ini lebih aktif dan kami akan mencoba mempromosikan melalui Parfi,” terang Fadly di sela-sela lokakarya dan pelatihan film di Auditorium Gubernuran, Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (5/2/’17) siang.

Terkait produksi film Cinta di Bawah Langit, Fadly mengatakan bahwa pada tanggal 16 Februari 2017 mendatang akan dimulai penggarapan. Sementara untuk film 2.891 Mdpl akan dilakukan penggarapan cerita dan para pemain.

“Kendalanya sampai sejauh ini terdapat pada kelemahan pada aktor dan dari segi produksi, tapi saya rasa tidak menghambat langkah kita untuk menyelesaikannya pada bulan Mei 2017 mendatang,” katanya.

Pantauan Tim RedaksiSumbar.com, sebanyak 30 peserta juga dibekali materi perfilman dari mantan aktor yang kini beralih profesi menjadi sutradara, Ismail Sofyan Sani dan aktor kawakan, Roy Marten.

Ismail menyebut bahwa saat ini banyak tema film baru yang bermunculan, seperti halnya pada fil Cek Toko Sebelah, dimana mengkolaborasikan antara komedi, drama, dan cinta.

“Semuanya sudah jadi industri, kreatifitas terpangkas dan itu berpengaruh pada kualitas akting. Pada momentum saat ini, saat Parfi Sumbar ingin memproduksi film asli daerah bisa merebut kembali kejayaan pada tahun 80-an,” tuturnya.

Baca Juga :  Sebarkan Foto Hoax, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Padang Dilaporkan PDI-P ke Polisi

Sementara itu, Roy Marten tidak menampik akan pesona Sumatera Barat yang mana pada saat ini seolah menjadi primadona bagi pelaku rumah produksi (Production House, red) untuk melakukan pengambilan beberapa adegan gambar dan bahkan juga menjadikan Ranah Minang sebagai lokasi tunggal produksi film yang akan dinikmati bagi pecinta sinema.

“44 tahun saya ada di dunia perfilm-an, saya melihat anak-anak muda sekarang khususnya di Ranah Minang memiliki bakat dan potensi yang cukup besar untuk berkiprah menjadi seorang sineas,” katanya.

Ada tiga hal pokok mendasar yang menjadi patokan bagi orang yang ingin menjadi seorang artis yang bertahan tanpa tergantikan oleh pendatang baru, diantaranya, memiliki bakat, kesempatan dan disiplin.

“Percuma saja ada bakat jika tidak ada kesempatan dan ketiga hal tersebut merupakan hal pokok yang harus dimiliki, banyak artis yang datang kemudian cepat menghilang, karena mereka memulai tidak dari awal dan meraihnya secara instan. 40 tahun yang lalu, teknologi belum secanggih pada zaman sekarang. Namun kecanggihan teknologi membuat esensi pembuatan film menjadi sedikit berkurang, sekarang ini film dan sinetron sudah menjadi sebuah industri yang diproduksi secara stripping (setiap hari, red), secara eknomi membantu namun menghilangkan esensi dari film ataupun sinetron. Ada sesuatu yang hilang, emosi dan pendalaman karakter menjadi tidak sempurna,” paparnya.

[adl]

Bagikan:
Tags: , ,



No Responses


close