Sebelum Dipertemukan Mustika Yana dengan Tk Asrul Yang Dipertuan Kinali, Pelewaan Jangan Dilakukan

Sebelum Dipertemukan Mustika Yana dengan Tk Asrul Yang Dipertuan Kinali, Pelewaan Jangan Dilakukan
Ical (kiri) Kaum Suku Koto saat duduk bersama dengan kaumnya di Polres Pasaman Barat.
Bagikan:

PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Diberhentikannya H, Asrul, SE, MH sebagai Yang Dipertuan Raja Kerajaan Adat Kinali Ke VI Pucuk Adat Kinali membuat kaum Suku Koto geram. Pasalnya, sejak tahun 1761 sampai sekarang, Suku Koto tetap menjabat sebagai Yang Dipertuan Kinali.

“Kita sangat menyayangkan adanya kegiatan pemberhentian terhadap kepemimpinan kedaulatan Raja Kerajaan Adat Kinali Asrul Yang Dipertuan Kinali oleh Mustika Yana (Oknum anggota TNI AD) melalui rapat adat dan ninik mamaknya berkedokkan adat salingka nagari,” kata salah seorang kaum Suku Koto yang juga waris Yang Dipertuan Kinali, Ical kepada RedaksiSumbar.com di Simpang Empat, Selasa (4/7/2017) di Simpang Empat.

Menurut Ical, apa yang sudah dilakukan oleh Mustika Yana selaku oknum TNI AD sangatlah bertentangan dengan statusnya sebagai aparat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena, TNI itu adalah pelindung rakyat.

“Janganlah buat perpecahan di tatanan adat yang sudah ada, karena tugas TNI itu adalah melindungi rakyat. Jangan rusak tatanan adat yang sudah ada demi kepentingan,” harap Ical.

Seharusnya, Hakim Nan Barampek meluruskan sejarah adat yang ada, bukan membiarkan saja. “Hakim adat bersama yang lainnya harusnya meluruskan perselisihan ini, demi tegakknya adat,” harap Ical.

Sebelum adanya duduk bersama antara Mustika Yana dengan ¬†Asrul Yang Dipertuan Kinali, seharusnya pelewaan adat itu jangan dulu dilakukan. “Jangan dulu lakukan pelewaan terhadap Mustika Yana, sebelum dipertemukan Mustika Yana dengan Asrul Yang Dipertuan Kinali,” tegas Ical.

Ditambahkan Tuanku Asrul Yang Dipertuan Kinali mengatakan Yang Dipertuan Raja Kerajaan Adat Kinali Pucuk Adat Kinali selalu diemban oleh kaum suku koto. Jadi, jangan memberhentikan begitu saja tanpa ada rapat oleh hakim adat yang jelas.

“Jangan rusak adat istiadat yang sudah ada, agar cucu kamanakan kita di Kinali ini tidak merasa terbelah. Jadilah aparat negara yang melindungi rakyat,” harapnya.

Sebagai pertimbangan untuk pejabat tinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, kami sudah kirimkan surat kepada Bapak Presiden Joko Widodo, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Dan Puspom TNI Angkatan Darat, Kapolri, Ketua Komnas HAM, Ketua DPR RI dan Ketua DPD RI.

“Kita sudah melayangkan surat ke Pemerintah Pusat terkait adanya dugaan niat jahat oleh Oknum TNI AD saudara Mustika Yana terhadap Asrul Yang Dipertuan Kinali,” terangnya.

Sebagai tanggapan serius dari pihak kepolisian dengan adanya laporan itu, Kapolres Pasaman Barat mengundang kedua belah pihak dalam tema mediasi.

Didalam mediasi itu turut hadir kedua belah pihak seperti dari pihak Asrul Yang Dipertuan Kinali dari suku koto dengan Rombongan dan Mustika Yana (oknum anggota TNI AD) beserta rombongan.

Didalam mediasi itu langsung dilakukan oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso, S.Ik bersama Wakapolres Pasaman Barat Kompol Sukirman, Kesbangpol Pasbar Edison Zalmi, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Limra, Ketua Pengadilan Negeri Pasaman Barat Eko Siswono.

Didalam mediasi tersebut Kapolres Pasbar meminta kedua belah pihak menyelesaikan sesuai dengan jalur yang ada dan mengikuti aturan yang berlaku. [Red]

Bagikan:
Tags: , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan