Sempat Tuduh Nikah Siri Dengan Istrinya, Pengusaha Ini Cabut Laporan Polisi Atas Ketua DPRD Padang. Ini Alasannya.

Sempat Tuduh Nikah Siri Dengan Istrinya, Pengusaha Ini Cabut Laporan Polisi Atas Ketua DPRD Padang. Ini Alasannya.
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Kekisruhan yang terjadi pada Minggu (19/2/2017) antar Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Erisman dan Wahyu akhirnya berbuntut panjang. Erisman dan Yanthi dilaporkan oleh Zarmias Amin dengan tuduhan poliandri (memiliki suami lebih dari satu orang) ke Polresta Padang.

Yanthi yang dituduh sebagai istri siri Erisman mengatakan, bahwasanya Wahyu Iramana Putra, selaku Wakil Ketua DPRD Kota Padang pernah menelepon dia dan meminta uang sebanyak Rp 600 juta agar Erisman tidak diparipurnakan dan tidak forum.

“Saya diminta untuk menyediakan uang sebesar Rp 600 juta untuk 20 orang, satu amplop itu dijatah 30 juta. Dia (Wahyu-Red) meminta saya segera menyediakan atau Erisman sendiri yang menyediakan. Sambil berbicara meledek saya dengan tuduhan saya istri atau kekasih Erisman. Saya jawab itu bukan urusan saya,” ucap Yanthi.

Yanthi juga menambahkan, apapun yang ia lakukan, Wahyu selalu tahu dan dia selalu menelepon untuk memberitahukannya, tambahnya.

Sementar itu, Zarmais Amin mengaku telah mecabut laporannya di Polresta Padang karena merasa telah ditipu oleh Reza dan Wahyu. Ia menceritakan awal perkenalannya dengan Reza dan Wahyu hingga ia sampai melapor ke Polisi.

“Pada hari Sabtu, (18/2/17) sekitar pukul 23.00 WIB malam saya ditelepon Reza. Dia mau mendatangi saya, dan saya jawab boleh saja datang. Pada hari Minggunya (19/2/17) Pak Reza menemui saya di Apartemen Anora milik saya. Dari situlah dapat kesimpulan, dia memperlihatkan saya foto-foto istri saya dengan Erisman, serta foto surat nikah. Minggu malam itu juga, saya berangkat dari Jakarta menuju Padang menggunakan pesawat city link, tahu-tahu saja saya naik pesawat dibayari oleh Reza.

Sesampainya di bandara BIM sudah ada menunggu sebuah mobil. Di dalam mobil itu, di depannya ada Pak Wahyu. Saya berkenalan dengannya dan ditawari makan. Dari rumah makan, kami langsung ke Polres Kota Padang bersama Reza dan Wahyu,”  jelas Zarmais Amin dengan rinci.

Zarmais Amin juga menambahkan, saat di Kantor DPRD Padang, Senin (20/2/17) ia disuruh menandatangani sebuah surat beramplop warna coklat. Mereka bilang ini surat untuk melapor ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Padang, dan saya menandatanganinya.

Laporan ke Polisi saya cabut setelah bertemu dengan istri saya Yanthi dan Ketua DPRD Kota Padang, Erisman. Mereka menjelaskan semuanya kepada saya. Ternyata saya ditipu oleh Reza dan Wahyu, sesalnya.

Ia juga mengaku menemukan fotokopi surat nikah tersebut dari dalam tas istrinya sendiri. Dan istrinya juga membenarkan fotokopi surat nikah tersebut memang berada di dalam tasnya.

Dalam hal ini, Yanthi mengatakan, “Fotokopi surat nikah di dalam tas itu saya dapat dari teman saya bernama Yeti sewaktu di Jakarta. Saya kaget kenapa ada surat nikah itu, dan saya simpan di dalam tas. Kemudian surat itu ditemukan oleh Bapak (Zarmais Amin-Red). Saya sendiri tidak tahu surat nikah itu diperoleh dari mana oleh teman saya, Yeti itu,” ungkapnya.

Yanthi, Istri Zarmais juga menepis foto-foto yang beredar di media sosial, ia mengakui foto itu ada, tetapi posenya bukan berdua. Seluruh foto tersebut aslinya selalu beramai-ramai saat di Jogja, tambahnya

Keterangan dari Ketua DPRD Kota Padang, Erisman sangat membuat kaget para awak media. Saat menggelar konforensi pers di Jalan A. Yani, Senin (20/2/2017). Ia menyatakan, bahwasannya polemik di DPRD Kota Padang seperti “Hukum Rimba.”  Yang kuat dan gila akan berkuasa dan terlihat bagus. Ia juga menegaskan bahwa surat nikah tersebut adalah surat nikah palsu dan dikeluarkan pada tahun 2003, sedangkan ia mengaku baru berkenalan dengan Yanthi lebih kurang selama 6 bulan ini.

“Saya sangat menyayangkan kawan-kawan itu tidak menghargai dan melihat apa yang akan dipersoalkan. Siapa yang berkelompok kuat itu yang akan menang. Siapa yang kuat dan gila itu yang akan berkuasa,” ucapnya.

Atas semua fitnahan ini, rencananya Erisman akan melaporkan Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu ke Polisi karena dianggap dalang dari semua iAtas tuduhan pencemaran nama baik. Saat ini ia tengah mengumpulkan barang bukti untuk melaporkan hal tersebut.

Saat ditanya soal sebuah LSM yang mendampingi Zarmais Amin, Erisman langsung berbicara sedikit bernada tinggi, “Ya itu LSM kebenaran seperti LSM abal-abal yang selalu mencari kesalahan orang lain. Kalau LSM yang baik itu adalah mengkroscek seluruh kebenaran. Mungkin itu LSM pesanan dan mereka pun ada kedekatan dengan Wahyu. Seharusnya surat itu masuk ke saya bukan ke Wahyu,” tambahnya. [Tim]

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan