Senin Mendatang, Kabid Bina Keswan dan Kesmavet Disnak Keswan Sumbar Akan Diperiksa Polda Sumbar | Redaksi Sumbar

Senin Mendatang, Kabid Bina Keswan dan Kesmavet Disnak Keswan Sumbar Akan Diperiksa Polda Sumbar

Senin Mendatang, Kabid Bina Keswan dan Kesmavet Disnak Keswan Sumbar Akan Diperiksa Polda Sumbar Dibaca : 200 Kali
Bagikan:




SUMBAR,RedaksiSumbar.com – Untuk melengkapi berkas pemeriksaan dan menelusuri keterlibatan sejumlah orang dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Sumatera Barat, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumbar akan dijadwalkan memeriksa Kabid Bina Keswan dan Kesmavet Disnak Keswan Sumbar, Drh M. Kamil.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasubdit 3 Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumbar, AKBP Imran Amir, Jumat (25/11) siang.

“Kita akan panggil dan periksa beliau (Kamil, red) pada hari Senin (28/11) mendatang untuk dimintai keterangannya dihadapan penyidik,” ujar Imran.

Sampai sejauh ini, polisi baru menetapkan Drh Syamsurizal, Kepala Seksi Klinik Hewan Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Laboraturium Klinik Kesehatan Hewan (UPTD BLKKH) Disnak Keswan Sumbar sebagai tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) pada Senin (21/11) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Warga Komplek Kuala Nyiur 1 Blok B Nomor 12, Tabing, Kecamatan Koto Tangah ini diamankan oleh petugas dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan pungutan liar (pungli) dalam pelayanan pengobatan vaksin kepada hewan di UPTD BLKKH Disnak Keswan Provinsi Sumbar.

Penetapan status tersangka kepada Syamsurizal tersebut disampaikan langsung oleh Dir Reskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Drs Margiyanta yang didampingi oleh Kasubdit 3 Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumbar, AKBP Imram Amir dan Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi di ruang pertemuan utama (rupatama) Mapolda Sumbar, Selasa (22/11) siang kepada sejumlah awak media.

Penangkapan beberapa pelaku sendiri berdasarkan laporan polisi nomor : LP/381/K/XI/2016/SPKT-SBR tanggal 21 November 2016. Margiyanta menyebut, tim Saber Pungli sedikitnya mengamankan sembilan orang dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  TNI Polri Sumbar Gelar Doa Istighazah Dan Dzikir Bersama Untuk Aksi 212

Saat digeledah, petugas menemukan sejumlah barang bukti (bb) berupa uang tunai sejumlah Rp6.129.000 dengan rincian, uang sebanyak Rp3 juta di laci meja Syamsurizal dan uang tunai sejumlah Rp3.129.000 di dalam laci meja milik Drh Fira Leni.

Selain itu, juga disita dua unit personal computer (PC) jenis HP warna putih, satu unit keyboard, satu unit central processing unit (CPU), tabel biaya pelayanan di klinik hewan, sejumlah berkas dan nota pembayaran yang selalu disetorkan setiap sore di hari kerja kepada kasir di Disnak Keswan Sumbar.

Sejumlah saksi ikut diperiksa oleh penyidik Dir Reskrimsus pada Senin (22/11) malam, diantaranya, Drh Israhadi, Drh Fira Leni, Teguh Rianda, Rahmat Nazif, Nova Lindo, Junaidi, Marsidah Ahmad, dan tidak ketinggalan juga RT setempat, Parmitah ikut dimintai keterangannya oleh petugas.

Petugas mengklaim sejauh ini juga masih melengkapi sejumlah berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

“Untuk pelaku lain tunggu proses penyidikan. Kita baru akan memanggil Kabidnya (Kamil, red) sementara Kadisnya masih berada di luar daerah karena urusan kerja,” ucap Imran.

Adanya kemungkinan Kadisnak Keswan Sumbar, Erinaldi tidak memenuhi panggilan polisi dan indikasi melarikan diri, Imran Amir tidak bisa berkomentar terlalu jauh.

“Saat ini kita fokus dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini saja dahulu,” terangnya mengakhiri pembicaraan.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi saat ditemui menyatakan, pencekalan terhadap seseorang yang diduga tersandung sebuah kasus setelah dinyatakan menjadi tersangka.

“Nah saat ini kan baru Syamsurizal yang dinyatakan sebagai tersangka, jadi kita tidak bisa melakukan pencekalan terhadap seseorang yang masih berstatus sebagai saksi,” papar mantan Wadir Lantas Polda Sumbar.

Baca Juga :  Pamerkan Alutsita, Ribuan Massa Serbu Lapangan Imam Bonjol Padang

Sementara itu, Dir Reskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Drs Margiyanta menyebut praktik pungli di Disnak Keswan sendiri sudah berlangsung selama tiga tahun lamanya, dan pihaknya mengklaim sudah sering menerima laporan dari masyarakat yang ingin memeriksakan hewan ke balai klinik tersebut.

“Sudah cukup lama praktek ini berjalan, dan ini tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Ditambah lagi, uang dari pembayaran setiap hewan yang masuk ke klinik masuk ke dalam kas Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari data dalam komputer dan nota pembayaran, jumlah pendapatan sangat jauh berbeda dan itu sangat siginifikan,” paparnya.(ADL)

Bagikan:
Tags: , ,



No Responses

banner 750x100