Sepanjang 2017, Dinkes Dharmasraya Temukan 54 Kasus Gigitan Hewan

Sepanjang 2017, Dinkes Dharmasraya Temukan 54 Kasus Gigitan Hewan
Bagikan:




DHARMASRAYA, RedaksiSumbar.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat temukan 54 kasus gigitan hewan sepanjang tahun 2017. Untuk mengatisipasi hal itu, Dinkes setempat menyediakan 250 paket Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk pasien yang positif mengidap rabies di daerah itu.

“Kasus gigitan hewan terhadap manusia masih terjadi, namun sampai saat ini belum ada yang positif rabies,” kata Kepala Dinkes Dharmasraya, Rahmadian melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Helmi Muslim di Pulau Punjung.

Data Dinkes Dharmasraya mencatat sekitar 54 kasus gigitan anjing terhadap manusia terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2017.

Dari jumlah tersebut, ia merinci pada Januari terjadi sebanyak 22 kasus gigitan, Februari 16 kasus, dan Maret 16 kasus.

“Berdasarkan hasil observasi dari jumlah tersebut tidak ada yang positif mengidap rabies,” tegasnya.

Ia mengimbau jika masyarakat mengalami gigitan anjing atau hewan lainnya agar tidak minta lansung vaksin rabies ke pada petugas kesehatan yang ada di puskesmas.

Menurutnya tidak selalu hewan yang menggigit manusia positif mengidap rabies, oleh karenanya petugas kesehatan memerlukan waktu paling lambat 15 hari untuk mengevaluasi hewan yang menyerang manusia.

“Bisa jadi anjing menyerang manusia karena hewan merasa terancam keselamatannya lalu menggigit. Namun tetap dilaporkan ke pihak puskesmas, kemudian di observasi lalu jika positif baru disuntik rabies,” ungkapnya.

Ia menyebutkan pengadaan 250 paket Vaksin Anti Rabies menggunakan anggaran sebanyak Rp100 juta dari APBD 2017.

“Penyuntikan vaksin ini dilakukan sebanyak empat tahap bagi manusia yang positif rabies, dan masyarakat tidak dipungut biaya atau gratis,” tambahnya. [Irwan]

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan