Serapan APBD Solok Selatan Masih Rendah | Redaksi Sumbar

Serapan APBD Solok Selatan Masih Rendah

Serapan APBD Solok Selatan Masih Rendah Dibaca : 161 Kali
Bagikan:

SOLOK SELATAN, RedaksiSumbar.com – Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Solok Selatan, Sumatera Barat hingga bulan Mai tahun ini masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan, belum berjalannya kegiatan dibidang pembangunan dan belum adanya laporan realisasi penggunaan uang muka (UP) dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Solok Selatan.

“Kegiatan pada tri wulan pertama APBD Kabupaten Solok Selatan, diakui memang  masih tergolong rendah. Sampai bulan Mai ini,  serapan APBD Kabupaten Solok Selatan tahun 2017 dari belanja langsung (BL) dan belanja tidak langsung (BTL) baru mencapai 17, 78 persen,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Irwanesa.

Menurutnya, dari dana yang tersedia Rp. 726,633,258,853,- baru terealisasi dari Januari hingga Mai 2017 sekitar Rp. 129,185,747,735,-

“Rendahnya serapan tersebut, karena masih banyaknya kegiatan yang belum terlaksana oleh pihak Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan  belum dimulai kegiatan oleh beberapa OPD yang ada di Solok Selatan ini,” katanya.

Sedangkan lanjut Irwanesa dari sisi pendapatan, sejak Januari hingga Mai tahun ini tercatat realisasi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 4,879,299,721,- atau 17,48 persen dari plafon PAD sebesar Rp. 27,912,163,451,-.

“Khusus untuk PAD jumlah diatas merupakan yang tercatat secara lansung dengan system yang dikelola. Diperkirakan hasil yang diperoleh telah melebihi dari itu. Namun, belum terkoneksi dengan sistim,” katanya.

Dia mengatakan, persoalan rendahnya serapan dana APBD Solok Selatan tahun ini, juga disebabakan keterlambatan pengesahan APBD yang baru terlaksana pada bulan Maret. Sehingga, faktor ini juga sangat berpengaruh.

“Ketidak mampuan dan ketidak siapan SDM dimasing-masing OPD. Apalagi, yang mempunyai kegiatan pembangunan fisik, juga menjadi penentu gagal atau lambatnya serapan anggaran ini. Bahkan hingga saat ini masih ada juga OPD yang belum melaporkan realisasi penggunaan uang muka (UP) yang telah mereka ambil,” kata dia.

Baca Juga :  Jalur Arung Jeram Solok Selatan Dirusak Aktivitas Perusahaan

Sementara itu, Kabid Akuntasi BPKD Solok Selatan, Yoni Elfis menambahkan, saat ini realisasi dana dibidang belanja modal baru mencapai Rp. 5,060,988,456,- atau 2,12 persen, dari total anggaran tersedia Rp. 239,210,812,049,-. Sedangkan realisasi belanja operasi mencapai Rp. 123,672,764,919,- atau 25,42 persen dari total anggaran tersedia Rp. 486,422,446,804,-.

“Keterlambatan serapan ini, bisa saja disebabkan kegiatan pembangunan fisik yang di kelolah BPJ belum terlaksana, dan kegiatan OPD terkendala karena masuknya bulan suci ramadhan tahun ini. Seharus memasuki bulan lima (Mai) ini kegiatan telah dimulai, baik kegiatan pembangunan fisik maupun non fisik. Sehingga capaian serapan APBD itu bisa berkisar 35 – 50 persen,” kata dia.

Meski demikian Yoni Elfis berharap, jika nanti kekegiatan pembangunan fisik sudah dimulai, diharapkan rekanan atau pelaku kegiatan agar mengambil uang muka dan mencairkan dananya sesuai dengan tahapan pencairan dana.

Pengalaman sebelumnya, rekanan kita tidak mau mengambil uang muka ketika kegiatan dimulai, dan mereka mengambil dana 100 persen saat kegiatan telah tuntas dilaksanakan.

“Kalau menggunakan sistem maka hal ini akan sulit untuk dapat realisasi dengan baik.

Bahkan ada kegiatan pembangunan yang didanai DAK tahun lalu kita tidak bisa memamfaatkannya sebesar Rp.30 milyar dari total dana DAK kita Rp. 140 milyar,” jelasnya. [Dicky]

Bagikan:
Tags: , , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close