Rela Mati, Pembongkaran Bangunan Simp. Mandiangin Bukittinggi Ricuh | Redaksi Sumbar

Rela Mati, Pembongkaran Bangunan Simp. Mandiangin Bukittinggi Ricuh

Rela Mati, Pembongkaran Bangunan Simp. Mandiangin Bukittinggi Ricuh
foto : Debi
Bagikan:




Bukittinggi, RedaksiSumbar.com–Proses pembongkaran bangunan di Simpang Mandiangin kota Bukittinggi Rabu (14/12) berjalan ricuh. Bahkan ada seorang Bapak yang siap mati menghentikan laju ekskavator yang hendak membongkar bangunan yang telah puluhan tahun ia tempatinya. Tim gabungan yang terdiri dari aparat Satpol PP, TNI dan Polri akhirnya membongkar paksa bangunan yang berdiri di wilayah tersebut.

Setidaknya ada enam petak bangunan semi permanen yang di bongkar paksa oleh aparat. Pada saat proses pembongkaran sempat terjadi kericuhan antara warga yang tidak ingin bangunan tersebut di hancurkan.

Syafnir Kepala Satuan Pamong Praja Bukittinggi mengatakan aktivitas ini merupakan instruksi langsung dari Walikota.

“Hari ini Tim Gabungan dari Pemko melaksanakan pengosongan dan pembongkaran bangunan yang berada ditanah milik negara yang tercatat di Pemko Bukittinggi, yang selama ini dikuasai oleh pihak-pihak tertentu tanpa izin.” jelasnya.

Kasat Pol PP menambahkan bahwa tindakan pengosongan dan pembongkaran oleh tim gabungan penegak perda ini telah melalui musyawarah dan mekanisme.

“Kasus ini telah bejalan lama, sejak tahun 2012 lalu. Katanya ini tanah Pusako tinggi masyarakat disini, tapi mereka tidak bisa memperlihatkan buktinya, sedangkan pemerintah sudah jelas telah membayar ganti rugi atas tanah ini, dan penyewa yang menghuni 6 tempat disini sudah diberi batas waktu yang cukup.

Pemerintah telah memberikan 3 kali surat pemberitahuan dan peringatan dimana Sekda memberi batas waktu paling lambat hari Senin kemarin, 12 Desember 2016. Tapi ternyata penyewa belum mengosongkan areal ini. Jadi terpaksa dilakukan pembongkaran paksa,” sambungnya.

Meski pembongkaran sempat dihalangi oleh warga dan beberapa orang lainnya, namun setelah diberi pengarahan dan pengertian, proses pembongkaran dapat dilakukan.

Baca Juga :  Tak Jera, 53 Pelajar Kembali Dijaring Satpol PP Bukittinggi

Diketahui, tanah milik negara yang berada di Simpang Surau Gadang Mandiangin Bukittinggi, sudah masuk dalam APBD perubahan tahun 2016 yang diperuntukkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) taman kota. (Debi)




Bagikan:
Tags: ,



Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

banner 750x100


close