Sikat Duit Infak Jumatan, Pria Ini Nyaris Jadi Bulan-bulanan Jamaah | Redaksi Sumbar

Sikat Duit Infak Jumatan, Pria Ini Nyaris Jadi Bulan-bulanan Jamaah

Sikat Duit Infak Jumatan, Pria Ini Nyaris Jadi Bulan-bulanan Jamaah Dibaca : 815 Kali
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Seorang pria yang diketahui mengalami keterbelakangan mental nekad mencuri uang yang ada dalam kotak infak di kawasan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat siang (24/2/2017) sekitar pukul 12.30 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, pria tersebut diketahui bernama Indra Jaya (37), warga Komplek Mega Mulya Blok C/4 RT 02 RW 16, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji ini diamankan oleh jamaah yang hendak menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Jannatul Mukmin, Kecamatan Padang Timur.

Namun tidak dinyana, ketika jamaah mendengarkan ceramah Jumat dan kotak infak yang biasanya dijalankan ketika khatib sedang berkhutbah sampai kepada Indra, dirinya nekad mengambil uang sejumlah Rp50 ribu yang ada di dalam kotak tersebut.

Melihat kejadian tersebut, beberapa jamaah kemudian meneriaki Indra dengan kata ‘maling’ dan dirinya nyaris menjadi bulan-bulanan massa.

Beruntung saat kejadian, Panit I Polsek Padang Timur, Aiptu Yanuar yang mengetahui kejadian tersebut pun mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek Padang Timur.

Indra mengakui bahwa dirinya berada di luar kendali ketika mengambil uang amal tersebut.

“Seperti mendapatkan bisikan setan sampai saya nekad mengambil uang tersebut, saya merasa menyesal Bang,” ucapnya dengan nada terbata-bata.

Kakak pelaku, Fitria Areni (40) mengklaim bahwa dirinya telah melarang adiknya untuk bepergian ke tempat pamannya, Zahar di kawasan Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Saya sudah larang supaya dia tidak pergi jauh-jauh. Dia mendesak, saya kasih dia uang untuk transportasinya. Terus terang saya cukup terkaget dengan kejadian ini,” kata Fitria.

Fitria mengungkapkan bahwa adiknya sudah terkena gangguan mental sejak tahun 2005, dimana pada saat itu, adiknya pernah berjualan di Pasar Raya dan mengalami kebangkrutan serta mendapat tekanan dari keluarga.

Baca Juga :  Mahyeldi Pimpin Langsung Razia Satpol PP Padang

“Hingga saat ini, dirinya masih rutin menjalani pengobatan dan minum obat. Pantangannya cuma satu, jangan minum kopi dan bisa jadi dia ini melanggar larangannya tersebut, makanya dirinya melakukan tindakan yang tidak masuk akal. Biasanya dia ini tidak banyak ulah, dan membantu saya dalam berjualan serta tidak pernah mengambil uang di laci kasir,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Padang Timur, Kompol Febgendri yang didampingi Kanit Reskrim, Iptu Jaswir ND mengatakan bahwa korban mengalami keterbelakangan mental.

“Dia punya surat dan catatan riwayat kejiwaan hingga nekad mengambil uang di dalam kotak infak ketika jamaah mendengarkan ceramah khatib. Saat ini, pelaku sudah diproses dan membuat surat pernyataan,” ujar Kapolsek. [adl]

Bagikan:
Tags: ,



Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close