Selama 4 Bulan, SMKN 1 Palembayan Diduga Belum Bayar Gaji Guru Honorer

Selama 4 Bulan, SMKN 1 Palembayan Diduga Belum Bayar Gaji Guru Honorer
Kondisi di SMKN 1 Palembayan. (IST)
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com – Masyarakat di Palembayan, Kabupaten Agam dihebohkan dengan terganggunya proses belajar mengajar (PBM) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Palembayan selama satu bulan belakangan.

Informasi yang berhasil dihimpun RedaksiSumbar.com, terganggunya PBM dikarenakan honorarium 28 tenaga pendidik dan pegawai honorer di sekolah kejuruan tersebut belum dibayar oleh pihak sekolah. Hal tersebut berdampak kepada kinerja para guru serta pegawai di sekolah tersebut yang tidak optimal mengajar terhadap 302 siswa.

Zulkarizein, salah seorang staf honorer di sekolah tersebut mengatakan permasalahan gaji sejumlah tenaga honorer yang belum dibayarkan terganjal kepada solusi yang belum ditemukan antara kedua belah pihak.

“Untuk sementara saya alih profesi dulu hingga adanya langkah nyata dari pihak sekolah,” katanya.

Harapan akan hak yang harus dibayarkan oleh pihak sekolah juga terlontar dari mulut salah seorang tenaga pengajar di SMKN 1 Palembayan. Adalah Siska yang mengaku bahwa gajinya belum dibayarkan oleh pihak sekolah selama empat bulan terakhir.

“Bagaimana kami akan bekerja jika hak kami tidak diberikan. Tentu ini akan berdampak kepada PBM jika tidak ditanggapi secara serius oleh pemerintah,” ucapnya.

Kepala SMKN 1 Palembayan ketika dikonfirmasi awak media mengenai permasalahan honor guru yang belum dibayar selama empat bulan. (IST)

Imbas dari tidak maksimalnya PBM di SMKN 1 Palembayan memang dirasakan langsung oleh Aulia Rahmi, salah seorang peserta didik di sekokah tersebut. “Guru jarang masuk, akibatnya, ilmu yang kami dapatkan juga sedikit dan berujung kepada nilai yang kami dapatkan nantinya,” ujarnya.

Menanggapi berbagai permasalahan yang terjadi sekolah nan dipimpinnya, Kepala SMKN 1 Padang, Abral Refdanur mengklaim bahwa pihak sekolah belum bisa membayarkan gaji tenaga pendidik dan pegawai honor lantaran keterbatasan anggaran.

“Pembayaran menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya bisa dipakai sebesar 15 persen, tentu ini menjadi kendala kami terkait peraturan baru terhadap pemakaian dana tersebut. Di luar pihak sekolah, dalam hal ini komite sekolah telah sepakat dengan wali murid untuk ‘patungan’, namun masih juga belum mencukupi untuk satu bulan gaji,” terangnya.

Dirinya mengklaim bahwa pihak sekolah telah sempat menyampaikan permohonan kepada perantau asal Palembayan, namun masih belum ada titik terang.

“Sebenarnya sekolah hanya membuat program kerja sekolah dan menyampaikannya kepada komite, nanti komitelah yang membuat dan mengajukan proposal kepada wali murid, masyarakat perantau, perusahaan, dan sebagainya. Kami berharap, pemerintah sebaiknya menambah guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga sekolah terselamatkan karena tidak ada permasalahan dengan gaji,” tuturnya. [IRK]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan