Solok Selatan Optimis Tahun 2019 Keluar dari Status Daerah Tertinggal | Redaksi Sumbar

Solok Selatan Optimis Tahun 2019 Keluar dari Status Daerah Tertinggal

Solok Selatan Optimis Tahun 2019 Keluar dari Status Daerah Tertinggal
Kepala Bappeda litbang Solok Selatan, Syamsurizaldi.
Dibaca : 215 Kali
Bagikan:

SOLOK SELATAN, RedaksiSumbar.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat optimis keluar dari status daerah tertinggal pada tahun 2019 mendatang. Hal ini, didukung dengan kerja keras semua lini dalam membebaskan Solok Selatan dari indikator daerah tertinggal.

“Dari 122 daerah tertinggal, Solok Selatan saat ini berada pada peringkat 35. Pada tahun 2019 nanti, target Nasional akan membebaskan 50 Kabupaten dari status daerah tertinggal, maka jika kita mampu bertahan dengan posisi kita saat ini atau lebih baik, kita akan menjadi salah satu yang terbebas dari perangkap ketertinggalan itu,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Solok Selatan, Syamsurizaldi.

Dia mengatakan, pemerintah pusat akan melakukan evaluasi capaian kategori daerah tertinggal setiap lima tahun. Dengan waktu yang masih relatif panjang, maka dalam RPJMD Solok Selatan 2016-2021 pihaknya telah menyiapkan program untuk membenahi sektor yang belum tercapai.

“Indikator yang masih akan dibenahi adalah SDM, infrastruktur, sektor ekonomi dan kondisi khusus yang termaktub dalam sektor penanganan kebencanaan. Terlepas dari semua indikator yang belum terpenuhi itu, problema yang paling mendasar yang menyebabkan Solok Selatan hingga kini masih terjebak dalam perangkap ketertinggalan adalah SDM nya sendiri,” kata dia.

Menurut dia, jika dipilah lebih jauh SDM tak terlepas dari kiprah tenaga pendidik di Solok Selatan. Dilemanya sekarang, bagaimana mengembangkan kompetensi guru-guru tersebut, mereka telah berjasa buat daerah, dulunya mereka honor tanpa digaji. Ini yang mesti dikembangkan, percuma infrastruktur mengkilap jika mutu SDM sendiri masih rendah.

Lalu kata dia lagi, dalam rencana aksi daerah tentang percepatan penanganan daerah tertinggal tidak bisa mengandalkan alokasi dana APBD saja. Semua pihak mulai Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi juga tidak bisa berlepas tangan.

Baca Juga :  Pol PP Solok Selatan Siapkan Personel Pada HUT Pol PP Ke-67

“Dari segi infrastruktur, untuk 2017 ini akan dilakukan pembangunan 10 jalan Kabupaten, jembatan tujuh unit serta pengaspalan 16,27 kilometer. Pagu dana yang dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan tahun ini sebanyak Rp 113 miliar dan Rp 38,665.0 miliar untuk memajukan sektor kesehatan yang sedang dibahas oleh DPRD. Sejauh ini realisasi APBD masih komit berpihak kepada rakyat, pendidikan di atas 20 persen, kesehatan 10 persen dan penanaman modal di atas 30 persen,” jelasnya.

Sementara untuk tahun 2018, pihaknya juga tengah mengusulkan identifikasi kebutuhan pembangunan peningkatan sarana dan prasarana di daerah tertinggal sebesar Rp 346,9 miliar. Aspek pelayanan dasar daerah tertinggal sebesar Rp 61,9 miliar, Pengembangan ekonomi Rp 96,4 miliar, pemenuhan SPM Desa Rp 6,9 miliar, dan Rp 46,31 miliar untuk mencakup aspek pengembangan konsumsi pangan dan pemberdayaan masyarakat.

“Peningkatan di sini sudah mencakup seluruh wilayah di Solok Selatan. Semua sudah dirinci, titiknya sudah ditentukan dan pengajuan ke Kementerian atau lembaganya juga sudah ditetapkan,” katanya. [Dicky]

Bagikan:
Tags: , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close