Studi Lapangan, Ini Yang Didapat Mahasiswa STAI-Yastis

Studi Lapangan, Ini Yang Didapat Mahasiswa STAI-Yastis
Foto bersama Mahasiswa STAI-Yastis Padang dengan Pimpinan MTI Djamil Jaho. (Elfitos)
Bagikan:




TANAH DATAR, RedaksiSumbar.com Sekitar 60 orang mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Tarbiyah Islamiyah (STAI-Yastis) Padang melakukan kegiatan studi lapangan pada Minggu, 25 Februari 2018 dalam rangka menggali informasi terkait sejarah perkembangan  para tokoh dan sistem pendidikannya.

Dalam studi lapangan tersebut, Mahasiswa STAI-Yastis Padang mengunjungi Madrasah di bawah naungan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), yaitu Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Jaho yang dinaungi yayasan Syekh Muhammad Djamil yang terletak di Nagari Jaho, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

“Kita melihat pengaruh tokoh tokoh tarbiyah dan melihat perkembangan madrasah, selain itu juga sebagai pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah ketarbiyahan,” kata Dosen Tarbiyah, Saharman.

Sementara itu, pimpinan MTI Jaho Asmudji Rais mengatakan bahwa MTI Jaho berdiri sesuai dengan tahun kelahiran Tarbiyah pada 1928 yang didirikan oleh Syech Muhammad Djamil Jaho dan seperguruan dengan Syekh Sulaiman Arrusuliy.

Berita terkait : Mahasiswa STAI Yastis Padang Gali Sejarah Perti

Tahun 19301945 merupakan era kejayaan MTI. Dengan melihat perkembangan yang dari seluruh Sumatera sampai ke Kalimantan, Sulawesi hingga ke Malaysia di era kepemimpinan buya Syekh Muhammad Djamil Jaho

“Pada 3 November 1945 Syekh Muhammad Djamil wafat dalam usia 62 tahun lalu digantikan oleh Syekh Muhammad Dalil Datuak Maninjun yang menjadi pimpinan ponpes untuk santriwan sedangkan untuk santriwati dibina oleh Ummi Hj Rabiyah Djamil, dimana buya dalil adalah menantunya dan Ummi adalah anaknya,” kata Asmudji Rais.

Ditambahkan oleh cucu Syech Muhammad Djamil Jaho tersebut, proses belajar mengajar (PBM) di MTI Jaho sempat terhenti karena  pergolakan PRRI. Disana Syekh Muhammad Dalil Datuak Maninjun diangkat jadi pegawai, dan posisinya digantikan oleh Ummi Hj Rabiyah Djamil yang merupakan anak dari Syekh Muhammad Djamil Jaho hingga Syech Muhammad Dalil Datuak Maninjun pensiun pada tahun 1971.

“Pada tahun 1979 Syekh Muhammad Dalil Datuak Maninjun wafat, sekolah islam tersebut kembali dipimpin oleh Ummi dan pada tahun 2009 sampai sekarang dipimpin oleh saya,” paparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, madrasah dengan salah satu kelebihan mempertahankan kitab kuning tersebut memliliki 96 santri yang menuntut limu pada enam ruang belajar untuk dua jenjang pendidikan madrasah, yaitu  lokal untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan tiga lokal untuk Madrasah Aliyah (MA).

Tata cara pembelajaran di MTI tersebut dicampur antara pembelajaran umum dan materi pesantrem. Sedangkan Madrasah tersebut meliburkan aktifitas santrinya setiap hari Jumat dan setiap selesai shalat subuh selalu dilaksanakan kuliah tujuh menit (kultum).

Selain mengunjungi MTI Jaho, Mahasiswa STAI-Yastis Padang juga mengunjungi dan Ponpes MTI Canduang di bawah naungan yayasan  Syekh Sulaiman Arrusuliy yang beralamat di Pakan Kamis, Lubuak Aua, Batu Balantai, Kenagarian Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumbar. [EFT]

 




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...