Tabrak Angkot di Palembayan, Pengiriman Miras Tiruan dari Padang ke Pasbar Gagal

Tabrak Angkot di Palembayan, Pengiriman Miras Tiruan dari Padang ke Pasbar Gagal
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com – Minibus yang mengangkut ratusan botol minuman keras (miras) tiruan mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya Palembayan-Pasaman Barat, persisnya di dekat Padang Koto Gadang, Nagari Salarehaia, Kecamatan Palembayan, Senin (27/3/2017) sekitar pukul 06.30 WIB. Akibatnya, rencana pengiriman miras tiruan dari Kota Padang menuju Kabupaten Pasaman Barat itu gagal.

Diketahui, minibus Daihatsu Xenia bernomor polisi BA 1754 SE yang dikemudikan oleh Arga Saputra, rencananya akan mendistribusikan miras tiruan itu dari Kota Padang menuju Kabupaten Pasaman Barat. Begitu memasuki kawasan tempat kejadian perkara (TKP), mobilnya menabrak bagian belakang kendaraan Oplet Suzuki Carry dengan nomor polisi BA 1918 TU yang dikemudikan oleh Andi Zalda Putra.

Akibat dari kecelakaan lalu lintas tersebut, sempat terjadi kemacetan. Empat penumpang dari kendaraan oplet yang tertabrak juga mengalami luka ringan. Keempat korban yang diketahui bernama Juwita Rahmi, Fadila Andini Mulya, Bainar, Romi Poldi dan Esa Putri dievakuasi ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Salarehaia, Kecamatan Palembayan.

“Sedangkan kedua kendaraan yang bertabrakan mengalami kerusakan dan telah diamankan di Mapolres Agam. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sopir minibus, kami menyimpulkan kasus ini murni kecelakaan biasa,” ungkap Kasat Lantas Polres Agam, Iptu. Julisman, Selasa (28/3/2017).

Terkait ditemukannya miras tiruan berbagai merek pada kendaraan minibus asal Kota Padang, lanjut Julisman, telah diserahkan kepada satuan reserse kriminal (Sat Reskrim) Polres Agam untuk ditindaklanjuti.

“Kasus laka lantas diproses oleh Satlantas. Mengenai barang bukti miras di dalam mobil telah diamankan di ruang Sat Reskrim dan sedang dilakukan penghitungan,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Agam, Iptu. M. Reza didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Iptu. Ardian menjelaskan, temuan barang bukti miras tiruan tersebut belum dapat disimpulkan jumlahnya lantaran sebagiannya juga disita oleh penduduk setempat.

“Baru dapat kami pastikan ada 8 jenis merek dalam botol bermacam ukuran yang disusun dalam kardus. Karena temuannya adalah miras tiruan, maka tidak dapat ditindak sebagai perbuatan kriminal. Kami masih menunggu intruksi Kapolres Agam, apakah akan diserahkan kembali kepada pemilik, atau dilimpahkan kepada Pemkab Agam sebagai perbuatan pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring),” beber Ardian. [Loni Hendri]

Bagikan:
Tags: , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan