Tahanan di Rutan Kelas II B Anak Aia Dapat Pinjamam Alat Musik

Tahanan di Rutan Kelas II B Anak Aia Dapat Pinjamam Alat Musik
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Sebagai bentuk kepedulian akan kreatifitas bagi para tahanan di rumah tahanan (rutan), salah satu yayasan kemanusiaan, Humaira meminjamkan seperangkat alat musik bagi para tahanan yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Padang yang berlokasi di kawasan Anak Aia, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (8/2).

Ketua Umum Yayasan Humaira, Nency Era Dona kepada RedaksiSumbar.com mengatakan bahwa peminjaman alat musik tersebut tidak lain adalah untuk menumbuhkan rasa cinta akan kesenian khususnya di bidang musik dan implementasi dari berbagai kegiatan positif bagi para tahanan yang ada di rutan tersebut.

“Ada sekitar empat set alat musik tradisional jenis Talempong yang dipinjamkan bagi para narapidana (napi) yang ingin mengasah kemampuannya dibidang seni, khususnya musik. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari kami (Yayasan Humaira, red) kepada mereka yang menjalani masa hukuman tersebut,” terang Nency.

Dijelaskan juga oleh guru di salah satu SMP Negeri di Kota Padang tersebut, selain meminjamkan empat set alat musik talempong, pihaknya juga menyerahkan sebanyak 12 kursi yang nantinya bisa digunakan para tahanan untuk duduk di sebuah ruangan yang telah disediakan tersebut.

Ia tidak menampik bahwa inisiator dari kegiatan tersebut selain dari dirinya melalui Yayasan Humaira, kegiatan tersebut juga dimotori oleh terpidana kasus korupsi pada Proyek Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Kampus III IAIN Imam Bonjol (IB) Padang, Profesor Salmadanis.

“Nantinya beliau juga akan ikut ambil andil dalam kegiatan yang baru berjalan sekitar satu bulan tersebut. Untuk di Rutan Klas II B kegiatan ini memang masih baru, namun kegiatan serupa telah berlangsung lama di Lapas Muaro Padang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Klas II B Padang, Sri Yuwono melalui Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Klas II B Padang yang menerima peminjaman alat dan kursi, Asrul menyebut bahwa ada sekitar 68 tahanan yang saat ini menjalani masa hukuman di rutan yang berada di kawasan perbukitan dan persawahan tersebut.

“Dari 68 tahanan tersebut, enam orang diantaranya perempuan. Selama disini, mereka diberi kebebasan untuk berkarya, apakah dalam bentuk bercocok tanam, budidaya ikan, dan ada juga yang membangun masjid untuk tempat beribadah,” papar pria nan kerap disapa Pak Aceng tersebut. [adl]

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan