Tak Ingin Bergantung ke Pemerintah, Petani di Gunung Medan Belajar Pembuatan Pupuk Organik

Tak Ingin Bergantung ke Pemerintah, Petani di Gunung Medan Belajar Pembuatan Pupuk Organik
Wali Nagari Gunung medan membuka pelatihan pembuatan pupuk organik yang akan digelar hingga 2 November 2017 mendatang. (IST)
Bagikan:

DHARMASRAYA, RedaksiSumbar.com – Pembangunan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian bukan semata-mata hanya tanggung jawab dari Dinas Pertanian melainkan tugas semua pihak dalam rangka mewujudkan kesejahteraan ‘para pahlawan pangan’ ini.

Hal ini dibuktikan oleh Nagari Gunung Medan Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dengan menggelar Pelatihan Teknis Pertanian Organik Terpadu di Jorong Lubuk Aur melalui anggaran dana nagari tahun 2017 yang dimulai Senin (30/10/2017) hingga Kamis (2/11/2017) mendatang.

Pelatihan yang diikuti oleh 30 orang perwakilan kelompok tani di Kenagarian Gunung Medan dibuka secara langsung oleh Wali Nagari setempat, Yakub. Dirinya menyebut, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari pelatihan sejenis yang dilaksanakan tahun lalu dan tahun ini lebih diprioritaskan pada praktek serta aplikasi di lapangan.

“Materi yang dibahas meliputi pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik dan pestisida nabati berupa Ramuan Obat Tanaman (Rotan), Ramuan Obat Manusia (Roma) dan Ramuan Obat Ternak (Roter) dengan bahan dari tanaman, buah-buahan, urin ternak, kotoran sapi dan bahan organik lainnya yang aman bagi kesehatan serta ramah lingkungan tentunya,” paparnya.

Meskipun tidak ingin bergantung banyak kepada pemerintah, namun para petani yang mengikuti pendidikan kilat (diklat) tersebut tetap mendapatkan panduan dari Srimawarni dan Rela Setianita dari BP3K Sitiung dan Ali Umar, petugas POPT Kecamatan Sitiung.

Bukan tidak mungkin, kata Yakub di Nagari Gunung Medan akan lahir kelompok-kelompok tani dengan produk unggulan organik baik dari tanaman pangan dan sayuran, buah-buahan serta produk olahan lainnya yang jauh dari unsur-unsur kimia.

“Nagari Gunung Medan komitmen untuk mengembangkan sektor pertanian yang menjadi urat nadi masyarakat dan In shaa Allah pada tahun 2018 mendatang, telah dianggarkan pembangunan galeri produk Nagari Gunung Medan dari hasil pertanian, kerajinan, makanan khas nagari dan produk lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Darisman mengharapkan bahwa Gunung Medan ke depannya tidak hanya terkenal sebagai tempat perhentian bus antar pulau tapi juga dengan produk-produk terbaik dari putera putri serta petaninya.

“Dinas Pertanian mengapresiasi sinergitas program dengan Wali Nagari Gunung Medan. Semoga penggalian potensi lokal yang dilakukan dapat sejalan dengan pengembangan pertanian Kabupaten Dharmasraya berbasis “One Village One Product” ke depannya. Kami juga berharap pertanian organik yang menjadi isu di dunia internasional melalui program “Go Organic” ini bisa berkembang di Ranah Cati Nan Tigo,” katanya. [NFS]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan