Tak Terima Junjungannya Kalah, Sekelompok Massa Bentrok Dengan Aparat

Tak Terima Junjungannya Kalah, Sekelompok Massa Bentrok Dengan Aparat
Polisi mengamankan pelaku kerusuhan yang menolak pasangan yang didukungnya kalah dalam Pilkada 2018. (IST)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Tidak terima dengan calon yang didukungnya kalah, sekelompok pendukung melakukan aksi demonstrasi yang berujung kepada bentrokan fisik antara petugas dan massa yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara di Kota Padang, Kamis (11/1/2018) pagi.

Situasi semakin tak terkendali ketika jumlah pendukung yang kalah semakin banyak berdatangan dan menyerbu lokasi penghitungan suara di KPU Sumbar dan Kota Padang yang membuat pasukan anti huru hara dan bersenjata lengkap melepaskan tembakan dan mengamankan beberapa orang yang dianggap sebagai biang kerusuhan.

Unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) seperti Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Bayu Wisnumurti dan Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Mirza Agus bahkan harus turun langsung ke lokasi kericuhan dalam pesta demokrasi tersebut.

Aksi teror yang berlangsung selama 30 menit tersebut bukanlah kejadian yang sesungguhnya. Kegiatan ini merupakan simulasi sebagai bentuk kesiapan polisi dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Padang, Kompol Ediwarman menyebut bahwa kegiatan tersebut telah digelar selama tiga hari dari tanggal
9 hingga 11 Januari 2018. Sebanyak 1.000 personel personel terlibat dalam simulasi tersebut. 700 orang berasal dari Polresta Padang.

“Simulasi yang digelar pada hari ini dimulai dengan simulasi pengamanan TPS (Tempat Pemungutan Suara) serta pemetaan TPS yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” ucap Ediwarman di Pangkalan Udara (Lanud) Sutan Sjahrir, Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Sumatera Barat.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, aparat kepolisian dan TNI diharapkan siap dalam menghadapi segala kemungkinan terburuk dalam pesta demokrasi di Kota Padang pada bulan Juni 2018 mendatang.

“Sehingga kita bisa meminimalisir dan meniadakan segala gangguan kamtibmas yang ebrdampak pada stabilitas politik dan ekonomi,” ulas mantan Kapolsek Lubuk Kilangan tersebut. [KRS]




Bagikan:
Topik: , , , ,
Loading...