Takut Ricuh, Reka Ulang Kasus Pembunuhan Wanita Pemandu Karaoke Bakal Dijaga Ketat Polisi | Redaksi Sumbar

Takut Ricuh, Reka Ulang Kasus Pembunuhan Wanita Pemandu Karaoke Bakal Dijaga Ketat Polisi

Takut Ricuh,  Reka Ulang Kasus Pembunuhan Wanita Pemandu Karaoke Bakal Dijaga Ketat Polisi
foto : ADL
Dibaca : 547 Kali
Bagikan:




PADANG,RedaksiSumbar.com – Jajaran Polsek Lubuk Begalung akan melakukan reka ulang kasus pembunuhan terhadap Yuli (25), seorang wanita pemandu lagu karaoke asal Kabupaten Kepulauan Mentawai yang tinggal di Jalan Koto Tanjung Nomor 11 RT 02 RW 05 Kelurahan Gurun Laweh Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung pada esok, Kamis (1/12) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsekta Lubuk Begalung, Kompol Asril Prasetya, Selasa (29/11) siang.

“Kami akan menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap wanita pemandu karaoke di kediaman korban,” ucapnya.

Mantan Kapolsekta Kuranji ini mengatakan bahwa setiap kasus pembunuhan selalu dilakukan reka ulang kejadian untuk melengkapi berkas perkara pelaku.

Untuk mengamankan rekonstruksi, setidaknya 80 personil gabungan dari Polsek Lubuk Begalung dan Polresta Padang akan diterjunkan.

Asril berharap  keluarga korban tidak akan melakukan perbuatan anarkis pada saat reka ulang pembunuhan wanita beranak satu asal Kabupaten Kepulauan Mentawai tersebut.

“Keluarga korban berjanji tidak akan melakukan tindakan anarkis di TKP, makanya kita tetap laksanakan di lokasi kejadian,” ujarnya.

Pelaku sendiri tidak lain adalah mantan suami korban, Defrizon alias Ade (46) seorang debt collector, warga Jalan Banda Pulau Karam Nomor 16, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan.

Dari  pengakuan pelaku, dirinya tidak berniat untuk membunuh korban. Ia hanya ingin rujuk kembali kepada mantan istrinya tersebut yang telah menjatuhkan talak tiga kepadanya pada tanggal 10 Oktober 2015 silam. Bukannya berdamai, mereka malah terlibat percekcokan hebat.

Sebelum terlibat pertengkaran mulut, pelaku sempat masuk ke rumah korban dengan merusak pintu rumah, dimana pada saat itu, Minggu (23/10) dinihari sekitar pukul 01.30 WIB, korban belum pulang dari salah satu tempat hiburan di Kota Padang.

Baca Juga :  Dikira Pesawat Ufo, Masyarakat Beramai-Ramai Abadikan Fenomena Langka Ini

“Karena dia (Yuli, red) belum pulang, saya kemudian pergi keluar. Di jalan raya tidak jauh dari rumah korban, sekitar pukul 04.00 WIB, saya melihat dia diantar oleh seseorang menggunakan sepeda motor kemudian dia masuk ke dalam rumah. Saya juga langsung masuk ke rumahnya, disana saya mengajaknya untuk kembali bersatu membina hubungan rumah tangga,” paparnya.

Namun, niat baik pelaku tidak ditanggapi dengan baik pula oleh korban. Ade mengaku dimaki dengan kata-kata kotor dan kasar oleh korban.

“Mendengar jawaban dan makian itu, emosi saya tersulut dan langsung mengambil dua buah batu yang berada di dapur rumah korban. Kemudian saya pukulkan batu tersebut ke pipi kiri dan kanan korban. Daripada saya yang dipukulinya, mending saya duluan melakukan itu,” ucapnya dengan nada lantang.

Asril mengatakan bahwa selain memukul wajah korban dengan batu gilingan cabai, dirinya juga menusuk leher sebelah kiri korban dengan menggunakan pisau.

“Ade juga mengambil sebuah samurai kecil yang ada di dalam tasnya kemudian menusuk leher wanita yang pernah dicintainya itu sebanyak dua kali sehingga korban tersungkur di tempat tidurnya. Dalam kondisi korban tak berdaya, pelaku kemudian secara membabi-buta  menusuk tubuh korban,” terang Kapolsek.

Akibat tindakan keji pelaku, korban mengalami luka tusuk di leher bagian depan sebanyak tiga lubang. Leher bagian belakang dua lubang, serta bagian punggung sebanyak 10 tusukan.

“Setelah melakukan penganiayaan berat terhadap korban, tersangka pergi ke kamar mandi untuk membersihkan pisau dan batu yang digunakannya itu, kemudian tersangka mengolesi kedua benda tersebut dengan minyak goreng dan meletakkan kembali batu itu di tempat semula,” terangnya.

Sebut Asril lagi, pelaku akhirnya diketahui berada di kediaman istri pertamanya di Jalan Belakang Blok Ganting, Kecamatan Padang Timur. Ade juga diketahui membuang sebilah pisau samurai kecil yang digunakannya.

Baca Juga :  Gubernur Irwan Prayitno : "Kita Berharap Atlet Karateka Sumbar Mampu Sumbangkan Emas Bagi Indonesia"

Dari pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti (bb) berupa dua buah batu air, satu buah topi warna hitam, satu pasang sepatu warna coklat, dua helai baju kemeja warna putih bergaris dan kemeja warna hitam, satu buah samurai kecil beserta sarungnya, satu buah baju kaos anak korban yang berlumuran darah serta satu buah tas warna coklat.

Sebelumnya diberitakan, warga Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung dihebohkan dengan ditemukannnya sesosok mayat perempuan beranak satu bersimbah darah di dalam rumah kos-kosan pada Minggu (23/10) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Kuat dugaan, korban tewas akibat dibunuh oleh seseorang yang tidak dikenal.

Informasi yang berhasil dihimpun, wanita asal Mentawai, Yuli (25) yang diketahui bekerja di salah satu kafe karaoke ini, berada di atas kasur, dalam keadaan posisi telungkup dengan menggunakan daster berwarna pink. Tidak hanya itu, di tubuh korban juga ditemukan beberapa luka menganga.

Tetangga korban yang mengetahui kejadian tersebut, Leni (60) yang memang sering datang ke rumah korban, mencoba membangunnya sekitar pukul 10.00 WIB, namun korban tidak juga kunjung keluar walau pintu rumahnya dalam keadaan terbuka.

“Saya melihat pintu rumahnya terbuka. Saya masuk ke dalam rumahnya, dan melihat korban masih di atas kasurnya, dengan posisi tertelungkup. Saya menyangka dia masih tidur, karena memang biasanya melihat dia bangun siang, saya tidak menaruh curiga dan saya kembali keluar,” ujarnya.

Tidak juga kunjung menyahut panggilan Leni, dua jam kemudian ia kembali mencoba membangunkan korban dan tetap saja korban tidak bangun.  Hingga pukul 15.30 WIB, korban tidak juga keluar rumah,  membuat Leni curiga, telah terjadi sesuatu, dan ia memberitahukan kepada anaknya Rina.

Baca Juga :  Walikota Padang Lantik 33 Pejabat Eselon II Mengisi SOPD, 3 Dinas Masih Kosong

Akhirnya, Leni kembali mendatangi rumah kos korban bersama anaknya Rina, dan kembali mencoba membangunkannya bersama-sama dan memegang kakinya, namun korban tetap saja tidak bergerak.

“Saat saya pegang kakinya, sudah terasa dingin dan keras. Saya lihat tempat tidur korban sudah berlumuran darah. Saya yakin korban sudah meninggal dunia. Saat itu, anak korban yang masih berumur dua tahun, berada di sebelah korban sedang tertidur. Saya lihat baju anaknya juga bersimbah darah,” ungkapnya.

Mengetahui itu, Leni langsung bersorak dan memberitahukan kepada warga lainnya, sehingga warga langsung berbondong-bondong mendatangi rumah korban.

Leni mengatakan, sebelum Yuli ditemukan tewas bersimbah darah, ia tidak merasa curiga, padahal ia sudah melihat kamar korban, namun karena kondisinya kamarnya yang agak gelap, dirinya tidak melihat korban sudah bersimbah darah, dan hanya melihat korban tertelungkup.

“Dari malam, saya tidak ada merasa curiga, dan tidak mendengar bunyi yang mencurigakan. Korban juga biasa pulang subuh, kalau korban pergi anaknya dititip kepada anak saya. Saya shock melihat korban sudah meninggal dengan kondisi mengenaskan,” ungkapnya.

Petugas Polsek Lubuk Begalung, bersama personil Polresta Padang dan tim identifikasi Polresta Padang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk melengkapi berkas. Setelah dilakukan identifikasi, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar. (ADL)

Bagikan:
Tags: , ,



No Responses

banner 750x100