Terekam CCTV, ‘Pak Ogah’ Kritis Setelah Dihantam Sibinuang

Terekam CCTV, ‘Pak Ogah’ Kritis Setelah Dihantam Sibinuang
Rekaman CCTV yang memperlihatkan kereta api menghantam seorang pria paruh baya di depan Yonif 133/YS. (IST)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Kejadian demi kejadian yang melibatkan kereta api kembali terjadi di Kota Padang. Beberapa waktu yang lalu, anggota DPR RI, Alex Indra Lukman bahkan sudah meminta pemerintah untuk melarang transportasi darat tersebut beroperasi di Sumatera Barat.

Terbaru, seorang pria paruh baya kritis setelah dihantam oleh Kereta Api Sibinuang yang datang dari arah Kota Pariaman menuju Kota Padang, Minggu (29/10/2017) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban yang diketahui bernama Azwarman (50), warga Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang tersebut diketahui seorang disabilitas, dimana dirinya tidak bisa berbicara dan mendengar ditabrak persis di depan Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti, Jalan Hamka, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat.

Kejadian bermula saat dirinya diduga ketakutan dikejar oleh orang tak dikenal, membuatnya berlari ke perlintasan rel. Namun, setiba di depan derbang batalyon, Dora Febrianto salah seorang petugas jaga yang merupakan anggota Yonif 133/YS sempat meneriaki korban, namum korban tidak mendengar.

Dora menyebut, dirinya berusaha berlari untuk menarik korban dari perlintasan kereta api, karena mengetahui kereta api akan melintas. Namun, nahas, belum sempat menarik korban dari rel, kereta api sudah langsung menabraknya hingga korban terseret beberapa meter.

“Saya waktu itu berada di gerbang dan menurunkan portal gerbang, karena kereta api akan melintas. Saat itula saya melihat korban berbaju merah berlari ke perlintasan seperti ketakutan dikejar orang. Saya berteriak tapi tidak digubris oleh korban, dan bahkan saya berlari untuk menarik korban, tapi belum sempat ditarik, kereta api sudah menabraknya,” ungkap Dora menceritakan kronologis kejadian.

Azwarman dirawat intensif di RSUP Dr M Djamil setelah ditabrak oleh kereta api. (IST)

Dari rekaman kamera pengintai yang berada di Yonif 133/YS, terlihat korban mendapat hantaman keras yang mengakibatkan kaki kirinya nyaris putus dan patah tulang. Tak hanya itu saja, kepalanya mengalami luka robek dan telinga mengeluarkan darah. Saat ini, korban yang sehari-hari bekerja membersihkan bus yang ‘ngetem’ tidak jauh di depan lokasi kejadian dan bekerja sebagai ‘Pak Ogah’ itu masih dirawat intensif di RSUP Dr M. Djamil Padang.

Terpisah, Kapolsek Padang Utara, Kompol Zulkafde mengatakan ketika mendapatkan informasi adanya pejalan kaki yang ditabrak oleh kereta api, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan memang korban sudah dalam keadaan kritis dengan luka yang sangat parah dan kritis.

“Upaya pertama yang kita lakukan, membawa korban ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa korban. Korban memang masih hidup dan bernafas tapi tidak sadarkan diri. Setelah itu, kita kemudian meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi untuk mengungkap penyebabnya,” katanya.

Baca : Terkait Kecelakaan Kereta, Alex Indra Lukman Minta Menteri Perhubungan Hentikan Sementara Operasional Kereta di Sumbar

Kompol Zulkafde menambahkan, dari keterangan saksi, korban saat itu sudah diteriaki oleh petugas yang berada di pos penjagaan dan juga sudah diteriaki oleh warga, tapi korban tertap berlari seperti orang ketakutan hingga akhirnya ditabrak oleh kereta api yang datang dari arah Kota Pariaman menuju Padang.

“Informasinya korban berlari karena diduga dikejar oleh orang. Tapi kita masih selidiki siapa orang yang mengejarnya. Korban ini diduga mengalami gangguan pada pendengarannya dan juga bisu. Biasanya korban berada di kawasan itu sebagai ‘Pak Ogah’ dan juga membersihkan bus yang berhenti menunggu penumpang disana,” tuturnya. [HPE]




Bagikan:
Topik: , ,
Loading...