Terkait Penyelundupan Pupuk Bersubsidi, Kodim 0304/Agam Gandeng Ninik Mamak

Terkait Penyelundupan Pupuk Bersubsidi, Kodim 0304/Agam Gandeng Ninik Mamak
Dandim 0304/Agam, Letkol (Kav) Salim Kurniawan Dewantara berfoto bersama usai pertemuan dengan unsur Forkopimda dan Ninik Mamak dan Tokoh Adat di Bukittinggi dan Agam. (IST)
Bagikan:

BUKITTINGGI, RedaksiSumbar.com – Dandim 0304/Agam mengadakan pertemuan dengan tokoh adat, ninik Mamak Bukittinggi Agam dalam rangka menindaklanjuti serta diberikan sanksi secara adat kepada Iskandar, tersangka pelaku penyelundupan pupuk bersubsidi yang diamankan beberapa waktu lalu, di aula Makodim 0304/Agam. Kamis (2/11/2017) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Bukan tanpa alasan Dandim 0304/Agam, Letkol (Kav) Salim Kurniawan Dewantara meminta agar pelaku tersebut diberikan sanksi secara adat kepada para tokoh adat dan ninik mamak setempat.

Pasalnya, sebut Salim, gagasan tersebut diambil mengingat sudah seringnya terulang penyelundupan pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh spekulan hanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi semata.

“Akibatnya, yang dirugikan adalah masyarakat banyak. Kami tidak ingin ini terulang lagi. Untuk Iskandar sendiri, kami sedang melengkapi berkasnya untuk dilimpahkan ke Polres Bukittinggi dan diproses sesuai hukuman yang berlaku. Namun, dengan ditambahkannya hukuman adat, diharapkan akan menimbulkan efek jera kepada oknum penyelewengan pupuk bersubsidi,” katanya.

Namun, sebelum hukuman adat itu diterapkan, dirinya menyatakan harus ada sosialisasi tersebut agar tidak timbul kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat.

“Saya ingin Bukittinggi dan Agam jadi percontohan di Indonesia dalam mendukung dsitribusi pupuk jadi tepat sasaran,” harapnya.

Baca : 20 Ton Pupuk Diamankan Kodim 0304/Agam

Inisiatif dari penjaga kedaulatan negara tersebut mendapat tanggapan beragam dari para pemangku adat. Salah satunya, Datuk Marajo dari Lereng Gunung Merapi. Dirinya mengapresiasi ide yang dimunculkan oleh Dandim, namun disisi lain, Marajo juga meragukan hal tersebut akan dapat diwujudkan.

Dirinya beralasan, tindakan pencurian dan penggelapan pupuk sudah masuk ke dalam ranah pidana.

“Itu kan ranahnya hukum pidana, alangkah baiknya jika diserahkan ke negara saja. Saya ragu ide tersebut tidak akan berjalan efektif di lingkungan adat nantinya,” katanya.

Menjawab hal itu, Dandim kembali menegaskan bahwa penetapan hukum adat dan sederet sanksinya itu dimaksudkan untuk menopang hukum negara yang sudah ada.

“Ya, tetap akan dihukum secara pidana. Namun maksud kami, ini untuk mencegah tindakan serupa terulang kembali setelah menjalani masa hukuman. Ini kan sudah dipenjarakan orangnya, toh dia ulangi lagi. Karena itu jika ditambah dengan hukum adat bisa lebih maksimal memberikan efek jera ke pelaku. Maka saya kembalikan lagi, silakan disepakati dulu untuk menindaklanjuti ide saya ini,” pungkas Dandim.

Sementara itu, Nasirudin, Ketua KAN Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengaku terkejut mendengar rencana tersebut. Karena dirinya belum mendapat informasi secara utuh sebelumnya. Menurutnya, jika gegabah dalam mengambil keputusan, akan ada gejolak dari anak kemenakan kaum.

“Saya dengan ninik. mamak yang lain mensetujui dengan dengan pendapat dari Dandim, namun itu tentu dikembalikan lagi ke adat masing-masing, dan jangan sampai ini akan menimbulkan masalah yang baru,” ulasnya.

Hasil akhir dari pertemuan tersebut diputuskan bahwa Ninik Mamak dan tokoh adat menerima apapun keputusan dari pemimpin tertinggi wilayah komando di kawasan Bukittinggi dan Agam tersebut kepada pelaku penyelundupan pupuk bersubsidi.

Tidak ketinggalan juga, bagi prajurit TNI yang melakukan penangkapan penyeludupan pupuk bersubsidi, mereka diberikan penghargaan oleh Dandim 0304/ Agam. Dimana reward tersebut diberikan oleh ninik mamak Bukittinggi dan Agam. [RNE]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan