Tiba di RS Bhayangkara, Dua Pelaku Pembakaran Mapolres Dharmasraya Langsung Diidentifikasi

Tiba di RS Bhayangkara, Dua Pelaku Pembakaran Mapolres Dharmasraya Langsung Diidentifikasi
Jenzah kedua pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya diidentifikasi di RS Bhayangkara Polda Sumbar. (REDAKSI SUMBAR)
Bagikan:

PADANG, RedaksiSumbar.com – Jenazah pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya pada Minggu (12/11/2017) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB akhirnya sampai di RS Bhayangkara Polda Sumbar, Jalan Jati Nomor 1, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat.

Dengan menggunakan mobil ambulans milik koperasi perempuan Kabupaten Dharmasraya, kedua jenazah kemudian langsung dibawa ke ruang identifikasi jenazah rumah sakit milik Polri tersebut.

Pantauan RedaksiSumbar.com, sejumlah aparat kepolisian bersenjata lengkap mengamankan proses identifikasi kedua pelaku yang diduga kuat masuk dalam jaringan terorisme tersebut.

Kedua jenazah yang menjadi pelaku pembakaran Polres Dharmasraya tersebut diketahui bernama Eka Fitira Akbar (24), warga Kabupaten Bungo, Jambi dan Engria Sudarmadi (25), yang juga berasal dari Jambi, tepatnya di Kabupaten Merangin.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sumbar, Kombes dr Danang Pamudji mengatakan bahwa tim dokter telah melakukan identifikasi dini di lokasi kejadian. Dirinya menyatakan bahwa kedua teroris mengalami luka di bagian lengan, dada, dan pelipis.

“Kondisinya masih utuh, ada beberapa luka di dada, lengan, dan pelipis tubuh pelaku,” terang Danang.

Dari pelaku diamankan barang bukti sebuah busur panah, delapan anak busur panah, dua buah pisau sangkur, sebilah pisau kecil, sepasang sarung tangan hitam, dan selembar kertas bertuliskan “Saudara Kalian Abu Azzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah”.

“Diduga kedua pelaku merupakan teroris. Pelaku sempat mengatakan Polisi Thogut, Allahuakbar, sebelum menyerang Mapolres,” ujar Kapolda Sumbar, Irjen Fakhrizal.

Selain itu, sebut mantan Kapolda Kalimanten Tengah tersebut, pihaknya sudah melakukan koordinasi tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menyelidiki latar belakang pelaku dan motif penyerangan.

“Sudah kita gandeng BNPT dan Densus 88 Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan dan motif penyerangan,” ulasnya. [Red]

Bagikan:
Tags: , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan