Tidak Salat Jumat, 20 Pelajar Digaruk Satpol PP Bukittinggi

Tidak Salat Jumat, 20 Pelajar Digaruk Satpol PP Bukittinggi
Bagikan:

BUKITTINGGI, RedaksiSumbar.com – Kedapatan sedang asyik bermain playstation dan nongkrong di warung saat masuknya waktu Salat Jumat, 10 pelajar SLTP dan 9 siswa SLTA ditambah satu murid SD digaruk Dinas Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Bukittinggi, Jumat (10/2/2017). Mereka kemudian digiring ke Mako Pol PP, Belakangbalok, Bukittinggi untuk diberikan pembinaan.

Wali Kota Bukittingi, M. Ramlan Nurmatias yang mendapatkan informasi perihal operasi tersebut turut mendatangi ke-20 pelajar tersebut dan memberikan nasehatnya. “Kalian semua adalah generasi penerus masa depan bangsa ini, jangan sampai mengecewakan keluarga dan terpengaruh oleh hal-hal yang tidak baik. Ayo Salat Jumat-nya, kalian ganti dengan Salat Zuhur dulu,” ujar Ramlan mengarahkan para peserta didik tersebut.

Kepada wartawan, Ramlan menyebut, operasi yang digelar jajarannya itu bukan bersifat penangkapan tapi demi mengingatkan anak bangsa yang harus siap menghadapi masa depan.

“Ini adalah tanggungjawab bersama, semua harus fair (adil, Red).¬†Pemilik warnet dan rental game akan diberikan teguran, kalau perlu akan ditutup jika pengelolanya tetap membiarkan anak sekolah bermain pada jam sekolah dan beroperasi saat Salat Jumat berlangsung,” ungkapnya.

Selain menegur pengelola warnet dan rental game, Ramlan juga menyebut pihaknya akan memanggil pihak sekolah dan orang tua siswa.

“Semua harus terlibat, tidak bisa Satpol PP saja. Agar tidak terulang lagi, hal ini harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Menanggapi terjaringnya 3 pasangan ilegal dalam razia tim SK4 tadi malam (Kamis, 9/2/2017), Ramlan juga berjanji akan menertibkan sejumlah tempat hiburan malam.

“Harus ada dasar hukum untuk menutup peredaran miras dan tempat hiburan malam yang tidak tertib, kami akan siapkan regulasi yang tegas. Silakan cari makan namun dengan cara yang halal dan tidak merusak,” sebut Ramlan.

Penertiban di lingkungan kota Bukittinggi, tutur Ramlan, harus mencerminkan azas keadilan dan tanggungjawab.

“Kami tidak akan tebang pilih. Pegawai Pemko juga akan dirazia. Ini sudah masuk dalam program Badan Kepegawaian dan Dinas Pol PP. Semua akan diterapkan secara berkeadilan, jika ada pegawai yang tertangkap berkeluyuran di luar jam dinas, maka akan ditindak oleh instansi terkait. Ini adalah tugas saya sebagai kepala daerah termasuk membina pegawai mulai dari masuk hingga pensiun,” bebernya.

Menurut Ramlan, masyarakat dan pengunjung kota Bukittinggi, tentunya menginginkan suasana aman dan nyaman. “Jika orang beranggapan Kota Bukittinggi ini identik dengan kota wisata yang bisa macam-macam, ini yang harus diluruskan,” pungkasnya. [Loni Hendri]

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan