Tingkatkan Serapan Gabah Petani, Kodim 0304 Agam Bersama Bulog dan Mitra Bulog Gelar Rapat Koordinasi | Redaksi Sumbar

Tingkatkan Serapan Gabah Petani, Kodim 0304 Agam Bersama Bulog dan Mitra Bulog Gelar Rapat Koordinasi

Tingkatkan Serapan Gabah Petani, Kodim 0304 Agam Bersama Bulog dan Mitra Bulog Gelar Rapat Koordinasi Dibaca : 171 Kali
Bagikan:

BUKITTINGGI, RedaksiSumbar.com – Rapat koordinasi Kodim 0304 / Agam dengan Sub Divre Bulog Bukittinggi dan Mitra Bulog tentang serapan gabah petani wilayah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi digelar pada Senin (10/4/2017) di Aula Makodim 0304 Agam.

Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Dandim 0304/Agam Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara didampingi Kepala Gudang Bulog Bukittinggi Ilham serta Kadis Pertanian Agam, Afdal dan Kadis Pertanian Bukittinggi, Melwizardi.

Agenda ini juga dihadiri oleh para Danramil se Kodim 0304/Agam dan di dampingi oleh mitra mitra Koramil yang mempunyai kilang – kilang padi yang berjumlah kurang lebih 100 orang.

Giat tersebut bertujuan meningkatkan dan memaksimalkan serapan gabah kepada petani guna mensejahterakan masyarakat petani di Agam dan Bukittinggi.

Saat ini, kendala utama penyerapan gabah dari petani adalah adanya tengkulak yang melakukan sistem ijon pada petani. Selain itu masih rendahnya standar harga menjadi kendala Bulog Bukittinggi dalam menyerap gabah dari petani. Guna meningkatkan serapan gabah ini diperlukan pendekatan khusus kepada para petani di Bukittinggi dan Agam.

Menurut Dandim 0304 Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara, pendekatan khusus bisa dilakukan dengan cara melakukan pendekatan langsung ke petani sejak masa tanam dimulai.

“Upaya meyakinkan petani untuk menjual gabahnya ke Bulog memang diperlukan pendekatan khusus, karena memang saat ini harga yang masih di bawah standar masih jadi kendala dalam penyerapan gabah dari petani,” ujarnya.

Standar harga sesuai Inpres Nomor 5/2015 tentang standar harga gabah dan beras ini, lanjutnya, diakui memang masih dibawah harga tengkulak. Sehingga petani belum sepenuhnya melakukan penjualan gabah ke pihak Bulog.

Sementara, harga standar sesuai Inpres Nomor 5/2015 ini harga Gabah Kering Petani (GKP) hanya Rp3.700/kg dan harga gabah kering giling (GKG) hanya Rp4.650/kg. Sedangkan harga beras Rp7.300/kg.“ Karena itu, perlu ada pendampingan secara intensif terhadap petani. Tujuannya agar petani bisa dan mau menjual gabah ke pihak Bulog. Kami pun sudah berupaya dengan melakukan monitoring terkait progres penyerapan gabah ini ke tiap daerah,” tuturnya.

Baca Juga :  Siasati Tanah Gersang dengan Ramuan Pupuk Organik Nabati

Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara juga menyebutkan, progres penyerapan gabah di Bukittinggi dan Agam akan terus segera ditingkatkan. Untuk terus meningkatkan serapan gabah dari petani, saat ini Kodim 0304 Agam bersama Bulog membuka mitra yang menampung pembelian gabah dari petani se Agam dan Bukittinggi.

“Saat ini, kami fokus melakukan pembinaan kepada mitra Bulog di Kecamatan – kecamatan. Dengan dibuatnya mitra tersebut, daya serap gabah dari petani sangat terbuka dan dari hasil olahan di mitra setelah menjadi beras langsung disuplay ke Bulog Bukittinggi,” sebutnya.

Dandim 0304 Agam juga menekankan, dibutuhkan senergitas kerjasama yang saling menguntungkan antara masyarakat petani, Bulog, pelaku bisnis, para penggilingan padi, upaya itu semua demi kepentingan ketahanan pangan nasional demi negara sehingga tidak harus mengimpor lagi dari luar, Alhamdulillah untuk tahun 2016 tidak mengimpor lagi.

“Kita sangat mendukung program Upsus dan sergap kerja sama Kementan dengan TNI untuk mendukung pendampingan dan mengawal petani untuk menyerap hasil panen harapan kedepan secara kualitas. Untuk anggota yang ada di lapangan diharapakn tetap memberikan penyuluhan yang terbaik dalam penyediaan​ bibit dan mengolah sawah hingga hasil panen masyarakat petani bisa dirasakan di wilayah Agam dan Bukittinggi khususnya,”terangnya.

Sementara itu kendala utama yang dihadapi di Agam dan Bukittinggi sendiri, masih adanya tengkulak yang memberikan sistem ijon pada petani. Jadi sebelum panen pun petani sudah mendapat uang bayaran dulu dari tengkulak dengan harga di atas harga standar sesuai Inpres, kedepan akan segera ditangani dengan adanya pendampingan dari Kodim. Harapannya semua pihak bisa bekerjasama dalam tujuan utamanya yaitu swasembada pangan.

Dalam Sambutannya kepala Bulog (Kabulog) yang diwakili Kepala Gudang Ilham berharap kepada para pelaku usaha bidang pertanian untuk mendorong dan bersinergi bagaimana penyerapan gabah dan beras tahun 2017 dapat terserap dengan baik.

Baca Juga :  Mengisap Lem, 4 Remaja Digiring Satpol PP

”Dapat terserap serta berupaya agar target kita tahun 2017 sebanyak 242.000 Ton dapat kita serap, butuh suatu koordinasi antara mitra kerja pengadaan Bulog Gapoktan, Satker, PPl yang ada di lapangan berdampingan dengan TNI dari Kodim dan masyarakat petani dengan seluruh peserta yang hadir dari mitra Bulog di wilayah Agam dan Bukittinggi,” jelasnya.

Sub divre Bukittinggi juga mengakui hingga bulan Maret ini masih belum bisa meningkatkan serapan dengan maksimal. Harapan Bulog untuk mitra Bulog mendukung karena stok beras di gudang tidak langsung salurkan keluar melainkan disimpan di gudang sebagai stok Bukittinggi.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Afdal dalam sambutannya mengatakan target penyerapan gabah untuk Agam akan kita upayakan tercapai sesuai dengan target 100 %. [Debi Kurnia] 

Bagikan:
Tags: , , , , , , , , , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close