Tol Padang-Pekanbaru Tingkatkan Nilai Ekonomi

Tol Padang-Pekanbaru Tingkatkan Nilai Ekonomi
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Dalam kegiatan Diskusi Kedjajaan Bangsa Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni (DPP IKA) Universitas Andalas (Unand), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Alex Indra Lukman menyebutkan, tol Padang-Pekanbaru sebenarnya sudah dimulai dari masa pemerintahan Gubernur Gamawan Fauzi dengan tujuan mengurai kemacetan.

Saat ini tol sepanjang 254 kilometer bisa terealisasi karena ini adalah konsep pembangunan masa depan. Tol Pekanbaru-Dumai diketahui sedang dalam pelaksanaan dan akan menghubungkan dua pelabuhan besar.

“Yang menjadi permasalahan sekarang adalah transportasi dari Pangkalan-Payakumbuh karena akses jalan yang masuk terowongan sepanjang 8,9 kilometer dengan nilai lebih kurang Rp6 triliun,” katanya, Jumat, 4 Mei 2018.

Jika terowongan dibangun akan menggunakan pinjaman dana dari Jepang. Diharapkan bisa beroperasi pada 2024.

“Jalan tersebut akan menjadi rangkaian penghubung jalur ekonomi,” sebutnya.

Nofi Candra, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menilai, jalan Tol Padang-Pekanbaru bisa terealisasi karena perencanaan sudah dilakukan pada 15 tahun lalu. Hasil studi kelayakan menjadi penentu pelaksanaan tol tersebut.

Namun ia khawatir, jalur tol Padang-Pekanbaru tersebut akan membuat banyak toko UMKM yang akan mengalami penurunan hasil. Nofi meminta untuk mempertimbangkan hal tersebut.

“Jangan sampai tol tersebut untuk peningkatan ekonomi bagi masyarakat ke atas, jangan sampai ada batas,” ucapnya.

Saat ini Sumbar adalah penyangga pangan bagi provinsi Riau.

“Dikhawatirkan adanya tol tersebut malah menimbulkan hal yang sebaliknya,” ucapnya.

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumatera Barat mengatakan, jalan tol adalah upaya untuk menjadikan sebuah negara maju. Sumbar tahun ini hanya memperoleh 28 triliun dari pusat.

“Jika dibandingkan dengan negara tetangga, sekitar 300 kilometer hanya memakan waktu sekitar tiga jam. Sementara di Indonesia bisa memakan waktu hingga 8 jam. Jalan tol Padang-Pekanbaru akan menghemat waktu tersebut,” kata Ramal.

Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri menjelaskan, pada dasarnya Semen Padang siap mendukung pembangunan tol Padang-Pekanbaru. Semen Padang punya ketersediaan semen dari 8-9 ton semen per tahunnya.

“Jalan penghubung akan membuat pengusaha mencari peluang dan inovasi baru untuk berusaha,” ucap Yosviandri.

Dijelaskan alumni Unand tersebut, bagi Semen Padang jalan terjauh memproduksi semen adalah dari Padang-Dumai dengan kapal.

“Sementara pabrik semen yang ada di Indonesia kebanyakan ada di pulau Jawa. Pasar terbanyak ada disana. Kebutuhan semen di Sumatera tidak seagresif di Jawa. Dengan adanya tol tersebut akan sangat membantu karena dapat menghemat waktu dan biaya, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menolak hal tersebut,” paparnya.

Tidak ketinggalan, Kadis PUPR Kabupaten Limapuluh Kota Yunire Yunirman juga meminta jalan tersebut harus segera dibangun.

“Masyarakat Sumbar itu unik. Mereka mendukung setiap kebijakan pemerintah asalkan diajak dan duduk bersama,” ucap wanita yang akrab disapa Ire tersebut. [ADL]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...