Tolak Daging Impor, Persada Boikot Distributor

Tolak Daging Impor, Persada Boikot Distributor
Puluhan pedagang daging menolak keberadaan daging impor yang dinilai merugikan masyarakat. (Rudi Arnel)
Bagikan:




BUKITTINGGI, RedaksiSumbar.com – Puluhan pedagang yang tergabung dalam Persatuan Saudagar Daging (Persada) Pasar Bawah melakukan pemboikotan terhadap distributor daging impor, Kamis (18/1/2017) pagi pukul 10.15 WIB.

Aksi persada ini dipicu ketidakpuasan pedagang daging akan masuknya daging impor ke Kota Bukittinggi. Selain itu pedagang daging pasar bawah tidak menerima akan persaingan harga antara pedagang lokal dengan harga daging impor.

“Untuk perbandingan harga daging tersebut, harga daging impor dijual sekitar Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per kilogramnya, sedangkan harga daging lokal dijual Rp130 ribu per kilogramnya, sehingga pengusaha bakso beralih ke daging impor yang harganya cenderung lebih murah,” ucap salah seorang pedagang, Eri (42).

Pantauan di lapangan daging impor dan lemari pendingin terlihat berserakan di atas trotoar jalan Sutan Syahrir. Tidak hanya sebatas itu, gerobak berukuran dua meter berdindingkan kaca pecah berserakan.

Aksi yang nyaris serupa, pernah terjadi di pertengahan tahun 2017 lalu oleh Persadam tapi hanya dalam bentuk menyurati pedang daging impor tersebut.

Sebelumnya, pedagang daging telah mengadukan nasib ke pedagang DPRD dan Polres Kota Bukittinggi. Namun pedagang daging impor ini, tetap masih tetap berjualan tanpa menghiraukan teguran pertangahan tahun 2017.

Dalam aksi pemboikotan pedagang daging, para pengunjuk rasa menemukan daging impor yang diduga sudah kedaluwarsa.

“Aksi ini diduga akibat dari ketidakpuasan pedangan daging akan lambatnya pihak pemerintah derah untuk mengambil langkah-langkah refresif,” kata Kapolsek Kota Bukittingi, Kompol Zahari Almi.

Terkait kasus daging impor ini, polisi meminta kepada pemerintah untuk menyikapi serius permasalahan ini

Dalam hal ini, masyarakat diminta untuk menanggapi dengan dingin dan menyikapi akar permasalahan yang muncul.

“Dari pidana kita tidak menemukan, karena dari hasil penyelidikan kita daging tersebut layak konsumsi, tidak mengandung bakteri, kita tidak bisa melakukan tindakan hukum. Terkait undang-undang terkait daging impor ada di pusat, kalaupun kita yang menangani kasusnya akan tetap dikirim ke pusat”, tutur Kapolsek.

Terkiat kasus daging ilegal ini, Kasatpol PP Kota Bukittinggi, Syafnir, membenarkan pihaknya telah mengamankan satu ton daging impor menyikapi laporan dari masyarakat.

“Demi mencegah tindakan massa yang anarkis, kami mengamankan terlebih dahulu daging tersebut,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan, M Idris mengklaim, surat izin untuk penjualan dan penglolaan daging impor belum ada dikeluarkan oleh Pemko Bukittinggi.

“Surat izin pengelolaannya belum keluar, izinnya belum kita keluarkan,” ucapnya. [RNE]




Bagikan:
Topik: ,
Loading...