Tolak Eksekusi, Puluhan Warga Tiku V Jorong Demo PN Lubukbasung | Redaksi Sumbar

Tolak Eksekusi, Puluhan Warga Tiku V Jorong Demo PN Lubukbasung

Tolak Eksekusi, Puluhan Warga Tiku V Jorong Demo PN Lubukbasung Dibaca : 799 Kali
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com — Rencana eksekusi lahan yang dijadwalkan akan berlangsung Rabu (24/5/2017) di Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara terpaksa ditunda. Pasalnya, pada Senin (22/5/2017), puluhan warga Tiku V Jorong sebagai pihak tergugat mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Lubukbasung dengan membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi menuntut dibatalkannya rencana eksekusi tersebut.

Penyampaian aspirasi yang berlangsung damai dan tertib itu juga diwarnai dengan pemasangan spanduk pada pintu masuk kantor PN Lubukbasung. Sejumlah personil kepolisian yang berjaga di lingkungan kantor tidak kuasa membendung orasi yang disampaikan oleh koordinator aksi.

Informasi yang dihimpun, rencana eksekusi atas lahan tersebut sejatinya telah dimenangkan oleh Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM) selaku pihak penggugat. Bahkan amar putusan dan perintah eksekusi juga diklaim telah mememiliki kekuatan hukum tetap yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA). Namun, masyarakat Tiku V Jorong selaku pihak tergugat berdalih, salinan putusan itu tidak sesuai dengan rencana eksekusi yang akan dilaksanakan.

“Amar putusan di Nagari Manggopoh, yang akan dieksekusi adalah Wilayah Nagari Tiku V Jorong,” bunyi salah satu spanduk yang diusung masyarakat.

Koordinator aksi masyarakat Tiku V Jorong, Agusmaidi Sidi Bandaro didampingi Heri Kasri, mengatakan masyarakat Tiku V Jorong, mendukung apa yang menjadi putusan pengadilan, asalkan sesuai fakta. Namun, kalau tidak sesuai dengan fakta, maka masyarakat Tiku V Jorong akan menentang.

“Objek yang akan dieksekusi oleh PN Lubukbasung, tidak sesuai dengan amar putusan. Pada amar putusan disebutkan lahan yang harusnya dieksekusi berada di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung.  Namun, lahan yang akan dieksekusi adalah wilayah Nagari Tiku V Jorong. Ini sangat tidak sesuai dengan bunyi amar putusan,” ujar Agusmaidi.

Dia menyebut lebih dari 200 rumah masyarakat Tiku V Jorong berada di lokasi yang akan dieksekusi tersebut. Untuk itu, pihaknya akan mempertahankan apa yang menjadi hak masyarakat. “Persoalan tanah ulayat adalah harga mati. Ini adalah hak dan harga diri kami. Apapun yang terjadi, akan kami hadapi,” tegasnya.

Baca Juga :  Aksi Tabur Bunga Warnai Peringatan Harkitnas

Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi yang hadir langsung menemui masyarakat Tiku V Jorong di PN Lubukbasung, menuturkan pihaknya telah menampung aspirasi dari masyarakat yang ditujukan kepada ketua PN Lubukbasuang itu.

“Aspirasi dari masyarakat kita tampung. Nanti akan kita rapatkan. Akan ada kajian – kajian yang akan kita lakukan,” ujar Kapolres berupaya menenangkan massa.

Usai mengadakan rapat terbatas bersama pihak PN Lubukbasung, akhirnya Kapolres Agam bersama Ketua PN Lubukbasung menemui masyarakat yang masih berada di halaman kantor.

“Rencana eksekusi yang sedianya dilaksanakan pada 24 Mei, akan dijadwalkan kembali. Sebab, ada beberapa persiapan yang juga harus dipenuhi oleh pemohon eksekusi. Kami juga sudah bicarakan dengan pemohon,” tutur Ferry.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lubukbasung, Indrawan menambahkan, pelaksanaan eksekusi 24 Mei itu, harus dimulai persiapannya oleh pemohon eksekusi.

“Namun, sampai sekarang persiapannya belum ada. Pihak Pengadilan Negeri sendiri masih menunggu. Kalau belum ada persiapan. Kami masih menunggu pemohon untuk memenuhi persiapannya. Sampai saat ini berlum ada,“ ujar Indrawan.

Setelah mendapat penjelasan tersebut, masyarakat kemudian sepakat untuk membubarkan diri. [Loni Hendri]

Bagikan:
Tags: , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close