Truk Parfum Terjun Bebas ke Sungai, Sopir dan Kernet Nyaris Tewas

Truk Parfum Terjun Bebas ke Sungai, Sopir dan Kernet Nyaris Tewas
Truk bermuatan pengharum ruangan terjun bebas di sungai Lubuk Paraku. (IST)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Satu unit truk yang membawa pengharum ruangan terjun bebas ke dalam sungai sedalam 20 meter di kawasan Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumbar pada Senin (20/11/2017) pagi sekitar pukul 06.05 WIB.

Akibat kejadian tersebut, truk jenis Hino dengan nomor polisi (nopol) B 9972 TYV yang dikemudikan oleh Leonardo Ampis Nainggolan (42), dan rekannya, Tota Tua Marbun (21), warga Tanah Merah RT 01 RW 01, Pasir Pengaraian, Riau ini nyaris tewas usai dirinya ikut ‘nyemplung’ ke sungai yang berada di kawasan Panorama 1 tersebut, keduanya pun dilarikan ke Semen Padang Hospital (SPH) untuk menjalani perawatan.

Salah seorang sopir truk pembawa parfum ruangan saat dirawat di rumah sakit usai ikut terjun ke dalam sungai sedalam 20 meter di kawasan Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan. (IST)

Salah seorang saksi mata, Mardiani (38), mengatakan bahwa truk tersebut melaju dalam keadaan kencang meski dalam situasi penurunan.

“Sempat oleng dan bukannya berbelok di dekat jembatan, truk ini malah menghantam jembatan. Truk dan dua orang yang ada di dalamnya terjun bebas ke sungai. Kami yang mengetahui kejadian ini langsung membawa mereka ke rumah sakit,” ujarnya.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polresta Padang, AKP Muzhendri Muzahar mengatakan bahwa sopir yang mengemudikan truk tersebut diduga mengantuk dan tidak kuat menahan laju truk.

“Truk ini datang dari arah Solok menuju Padang, namun karena hilang kendali dan mengantuk, kendaraan tersebut menghantam jembatan yang berada di sebelah kanan arah datangnya kendaraan,” terangnya.

Saat ini, tambah mantan Kanit III Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar tersebut, truk sudah diamankan dan masih menunggu kondisi dari kedua orang tersebut pulih untuk dimintai keterangannya.

“Kita tidak ingin ada penjarahan yang dilakukan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Truk sudah kami amankan dengan berkoordinasi sama Polsek Lubuk Kilangan. Kerugian kami taksir Rp300 juta,” tambahnya.

Sementara itu, Humas SPH, Gella Khanila mengatakan bahwa kondisi kedua sopir berdarah Batak tersebut sudah mulai pulih dan bisa diajak bicara.

“Leonardo mengalami luka robek di ketiak sebelah kiri, memar di kaki kiri dan rekannya hanya mengalami luka robek di tangan sebelah kanannya,” terangnya. [Red]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan