Warga Agam Serahkan Satwa Dilindungi ke BKSDA

Warga Agam Serahkan Satwa Dilindungi ke BKSDA
Kukang, merupakan primata asli Indonesia yang saat ini keberadaanya terancam punah dan masuk ke dalam kategori hewan yang dilindungi. (Istimewa)
Bagikan:




AGAM, RedaksiSumbar.com – Salah seorang masyarakat Agam, Jefrizal, 50, menyerahkan salah satu satwa yang dilindungi, yaitu Kukang Sunda atau dalam bahasa latinnya Nycticebus Coucang ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam, Jumat, 6 Maret 2018.

Kesadaran diri warga Lubuak Panjang, Jorong II Garagahan, Kenagarian Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat tersebut merupakan imbas dari imbauan BKSDA Agam beberapa waktu lalu yang sempat meminta kepada masyarakat untuk melepaskan atau menyerahkan ke petugas jika mendapati atau memelihara seluruh jenis hewan dilindungi.

Berita terkait : Warga Serahkan Buaya Dilindungi ke BKSDA Agam

“Kami sangat berterima kasih kepada Jefrizal dengan sukarela menyerahkan satwa langka ke BKSDA dan satwa tersebut dilepas ke hutan konservasi Maninjau,” kata Kepala Resor BKSDA Agam Syahrial, Jumat 6 April 2018.

Kukang Sunda (Nycticebus Coucang) atau kukang besar adalah primata Strepsirrhini dan spesies kukang asli Indonesia, Malaysia Barat, Thailand dan Singapura.

Hewan ini memiliki panjang sekitar 27-38 sentimeter dari kepala ke ekor dan beratnya antara 599 dan 685 gram.

Seperti kukang lainnya, ia memiliki hidung basah (rhinarium), kepala bulat, telinga kecil yang tersembunyi di bulu tebal, wajah datar, mata besar dan ekor vestigial. [JNS]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...