Warga Pesisirselatan Keluhkan Pengerjaan Proyek Pelebaran Jalan Nasional | Redaksi Sumbar

Warga Pesisirselatan Keluhkan Pengerjaan Proyek Pelebaran Jalan Nasional

Warga Pesisirselatan Keluhkan Pengerjaan Proyek Pelebaran Jalan Nasional
foto - kondisi jalan berdebu akibat tidak disiram oleh pihak pekerja, di kenagarian Koto Taratak, kecamatan Sutera, Pessel
Dibaca : 719 Kali
Bagikan:




PESISIRSELATAN, RedaksiSumbar.com – Pengerjaan proyek pelebaran jalan Nasional (Jalinsum), di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), hingga saat ini masih dikeluhkan sejumlah warga yang bermukim disepanjang jalan. Pasalnya, akibat pengerukan mesin proyek tersebut, debu menjadi beterbangan kehalaman rumah warga, hingga berpengaruh buruk terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Desri Mayeni (28), warga Surantih, Kecamatan Sutera, mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, semenjak dimulainya pengerjaan jalan tersebut, ia menjadi kesulitan untuk melakukan aktivitas diluar rumah. Sebab, debu yang berterbangan dipinggir jalan tersebut, kerap memasuki rumah, dan menyebabkan halaman menjadi kotor.

“Kalau cuaca sedang musim panas, ditambah pula laju kendaraan dengan kecepatan tinggi. Maka debu proyek itu, berterbangan sampai kedalam rumah. Terpaksa pintu rumah saya kunci saja, takut nanti anak saya terkena batuk,” ungkapnya kepada Media, (4/4/2017)

Menurutnya, tidak hanya itu saja, untuk proses pengeringan cucian, seperti baju, celana, dan selimut, terpaksa dilakukan didalam rumah saja. Bahkan, ada juga yang menumpang dirumah tetangga, agar tidak terpapar debu jalanan.

“Kita berharap kepada pihak terkait, selaku pelaksana pengerjaan proyek tersebut, agar memperhatikan kondisi saat ini. Jangan hanya memikirkan untung sendiri. Nasib orang-orang yang bermukim dipinggir jalan harus diperhatikan juga,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Ujang (42), pemilik rumah makan, di Kenagarian Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir. Menurutnya, sebagai pedagang yang bermukim ditepi jalan, hal itu sangat berpengaruh buruk terhadap pendapatan omsetnya setiap hari. Sebab, warung nasi yang ia geluti kurang lebih sepuluh tahun itu, akhir-akhir ini jarang disinggahi oleh pembeli.

“Sejak pengerjaan proyek jalan ini berlangsung, omset saya menjadi menurun secara drastis. Sebelumnya, dalam sehari bisa dapat Rp 500,000, sekarang seratus ribu saja susah,” tambahnya.

Baca Juga :  Walikota Bukittinggi Apresiasi Pegadaian Bangun WC Representatif

Dihubungi terpisah, Anggota DPRD Sumbar, Syaipul Ardi, komisi V yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat mengatakan, ia selaku putra daerah Pesisir Selatan (Pessel), sangat menyayangkan sikap perusahaan yang tidak memikirkan nasib masyarakat sekitar. Sebab, dampak yang dirasakan masyarakat yang bermukim disekitar area pengerjaan proyek tersebut, sangat jelas menanggung kerugian.

“Dari sektor ekonomi sudah jelas mereka menanggung kerugian tersebut, belum lagi masalah kesehatan keluarga. Seharusnya pihak perusahaan harus memikirkan hal itu, dan segera mencari solusinya,” ujarnya.

Terkait hal itu, ia mengaku sudah menghubungi pihak terkait melalui satuan kerja (Satker) pengerjaan proyek tersebut. Agar dilakukan penyiraman secara rutin, supaya tidak mengganggu aktivitas maasyarakat yang bermukim disepanjang jalan.

“Idealnya mereka harus menyiram jalan itu, tiga kali dalam satu jam. Jangan asal siram saja, apalagi sekarang musim panas, tentu debunya sangat parah. Kasihan kita dengan anak-anak sekolah yang melewati jalan itu,” katanya.

Ditambahkannya, terkait pengerjaan pelebaran jalan nasional yang sedang berlangsung di kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), ia mengaku sering mendapat telepon dari masyarakat yang mengeluh terkait hal itu.

“Kita dukung semua pembangunan di daerah. Namun, nasib masyarakat harus dipikirkan juga. Terkait hal ini, kita juga meminta agar pemerintah daerah setempat mengawasi dan menanggapi keluhan masyarakat tersebut,” tutupnya.[Rega Desfinal]

Bagikan:
Tags: ,



Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close