Berburu Cara Suku Mentawai Mendapatkan Makanan

Berburu Cara Suku Mentawai Mendapatkan Makanan
Foto : Sumber Eksotika Mentawai

MENTAWAI, RedaksiSumbar.com–Aktivitas berburu hewan di hutan dengan cara memanah ternyata memiliki makna mendalam bagi masyarajat Suku Mentawai di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Tujuan utama berburu memang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makanan.

Dilansir dari halaman Republika. Co.Id, ada pula tradisi berburu dan memanah yang dilakukan untuk menjadi ajang pembuktian kecintaan terhadap suku atau sebagai prasyarat dalam adat. Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake menjelaskan, panah yang digunakan untuk berburu pun sangat lekat hubungannya dengan kebudayaan Mentawai. 

Menurutnya, panah bukan sekadar menjadi alat untuk berburu namun juga untuk membela diri. “Berburu di Mentawai tak sekadar berburu. Ada makna lain. Kalau ada anak lahir misalnya, apalagi kalau anak laki-laki yang lahir, maka harus dapat (hewan) buruan (untuk merayakan),” ujar Kortanius saat membuka Festival Panah Tradisional Mentawai.

Kortanius juga membagi pengetahuannya soal tradisi memanah di Mentawai. Panah dan busur sendiri ternyata menggunakan bahan yang berbeda bergantung pada tujuan perburuan yang dilakukan. 

Untuk hewan buruan yang biasanya berada di atas pohon misalnya, pemanah akan menggunakan anak panah yang runcing dan racung kental yang dikeringkan di ujung anak panah.  “Darah tak akan keluar dan dia (hewan buruan) akan mati,” katanya. 

Sementara itu, penggunaan anak panah yang menggunakan pelat besi panjang untuk berburu hewan darat seperti rusa (tunung). Penggunaan anak panah dengan pelat besi yang memanjang sengaja dilakukan untuk membuat luka sayatan lebih lebar pada tubuh hewan buruan. 

Tujuannya, agar tetesan darah hewan buruan bisa memberikan petunjuk bagi pemburu untuk mengikuti jejaknya. “Lalu ada jenis panah lain yang memang digunakan untuk meremukkan tulang-tulang, biasanya untuk burung,” katanya.

[Tim Liputan]

Loading...