Jumlah Kecelakaan Di Pasbar Meningkat

Jumlah Kecelakaan Di Pasbar Meningkat
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasaman Barat mencatat angka dan korban kecelakaan lalu lintas pada Tahun 2018 meningkat dibandingkan 2017 lalu. Mayoritas para korban berusia produktif yakni, 16 hingga 30 tahun.

Kapolres Pasaman Barat (Pasbar) AKBP Iman Pribadi Santosi. S.I.K melalui Kasatlantas Polres Pasbar, IPTU Ghanda Novidiningrat. S.I.K mengatakan, hingga Desember 2018 tercatat ada sebanyak 255 kasus kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban 408 orang.

“Dibandingkan tahun lalu, pada 2018 mengalami kenaikan. Pada 2017 lalu, terjadi 222 kasus, dengan jumlah korban sebanyak 287 orang,” kata Ghanda kepada RedaksiSumbar.com, Senin 21 Januari 2019.

Rinciannya kata Ghanda, pada 2018 jumlah korban meninggal dunia sebanyak 66 orang, 21 orang luka berat, dan 321 orang luka ringan. Sedangkan 2017 lalu, sebanyak 75 orang meninggal dunia, 24 orang luka berat, dan 188 orang luka ringan.

Adapun kerugian meteri akibat kecelakaan pada Tahun 2018 mencapai Rp 594.500.000. Sedangkan di Tahun 2017 hanya Rp. 457.200.000.

Meskipun jumlah kecelakaan meningkat di Tahun 2018, namun korban meninggal dunia menurun di Tahun 2018. Kenaikan signifikan terjadi di luka ringan.

“Dari sisi usia, korban dan pelaku kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi pada usia produktif, yakni 16-30 tahun. Tercatat sebanyak 255 orang telah menjadi korban di tahun 2018. Meningkat dibandingkan 2017 sebanyak 222 orang,” ujarnya.

Dijelaskannya, faktor penyebab yang mendominasi kecelakaan tersebut yakni, kelalaian pengendara. Hampir semua kecelakaan yang terjadi, karena sengaja melanggar rambu-rambu lalu lintas, ketidaktahuan terhadap rambu lalu lintas serta pura-pura tidak tahu.

“Kebanyakan peraturan lalu lintas yang dilanggar sehingga sering terjadi kecelakaan lalu lintas, penting bagi pengendara untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM-red), dengan mengiktui uji sim maka setiap pengedara telah dibekali dengan pengetahuan rambu lalu lintas,” ujarnya.

Disamping itu lanjutnya, kendaraan tak layak jalan seperti, pecah ban, rem blong, peralatan yang sudah aus tidak diganti dan lainnya. Keseluruhan faktor kendaraan sangat terkait dengan tekhnologi yang digunakan, perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan.

“Pengendara juga harus waspada dengan cara, melakukan pengecekan terhadap kendaraannya sebelum jalan, disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara reguler,” jelasnya.

Selanjutnya, kecepatan dan rencana jalan, geometrik jalan, pagar pengaman, ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.

Jalan yang rusak maupun berlobang sangat membahayakan pemakai jalan terutama bagi pengguna sepeda motor dan pengendaran yang baru pertama kali melintasi jalan tersebut.

“Dihimbau kepada pengendara, agar hati-hati dan waspada. Apalagi, diwilayah Pasaman Barat bagian utara masih banyak ditemukan jalan berlobang dan ada juga sedang berlangsung pekerjaan jalan nasional,” himbau Ghanda.
(Muhammad Bisri)




Bagikan:
Loading...