LSM Balad Adhyaksa: Modus Oknum Dugaan Penyelewengan Dana Desa

LSM Balad Adhyaksa: Modus Oknum Dugaan Penyelewengan Dana Desa
Bagikan:




Nasional,Redaksisumbar.com – Banyak terjadi dilapangan dalam pengerjaan kegiatan dana desa tidak melibatkan masyarakat setempat serta plank kegiatannya tidak dipasang, mari kita mengenal modus modus yang ada tersebut :

A. Tidak memasang plank kegiatan proyek, sudah dapat dipastikan bahwa hal tersebut melanggar aturan tapi tidak ada sangsi yang tegas, contoh: bahwa kalau tidak pasang plank bisa dihukum.

Kenapa tidak pasang plank kegiatan? ada beberapa dugaan yang telah kami petakan antara lain sebagai berikut :

1. Ada dugaan mengkaburkan atau membuat dengan sengaja kondisi proyek agar tidak diketahui anggarannya oleh masyarakat, mengapa? karena bukan hanya Dana Desa saja yang turun anggarannya ke desa, ada dana aspirasi Anggota DPRD, bantuan dari Kabupaten juga Propinsi.

Bila tidak ada plank kegiatan apakah masyarakat tahu itu dana desa, dana aspirasi atau dana bantuan dari kabupaten dan propinsi?

menurut kami hal tersebut rawan dugaan penyimpangan dan korupsi mengapa?

1. Bisa saja yg dikerjakan itu berasal dari anggaran dana bantuan propinsi lalu di buat laporan pertanggung jawaban (LPJ) nya sebagai Anggaran Dana Desa artinya ada anggaran yang tidak dipakai/fiktif, demikian pula sebaliknya.

2. Tidak diketahui tahun pengerjaannya, bisa jadi dikerjakan tahun ini dipakai LPJ untuk tahun berikutnya baik itu untuk dana bantuan kabupaten, propinsi atau dana desa.

3. Tidak diketahui volume perkerjaan tentunya sangat rawan sekali penyimpangan.

Untuk itu kami menghimbau para Kepala Desa (Kades) untuk taat aturan agar tidak jadi fitnah jadi lebih baik terbuka dan transparan kepada masyarakat, pasanglah baliho dan plank kegiatan pengerjaan proyek didesa.

B. Masyarakat setempat tidak diberdayakan oleh para oknum Kades dalam pengerjaan kegiatan proyek-proyek malah ambil tenaga dari luar desa.

Hal tersebut menjadi tanda tanya kenapa masyarakat setempat tidak diberdayakan malah ambil masyarakat dari luar desa, tentunya kami menduga ada kerawanan disana antaranya sebagai berikut:
1. ada dugaan penggelembungan/ mark up upah kerja.
2. ada dugaan penggelembungan/ mark up hari kerja
3. ada dugaan penggelembungan/ mark up belanja material

Dugaan kami tersebut berasal dari sample yang ada dan terjadi dilapangan dan wawancara, tentunya masyarakat setempat akan tahu dan akhirnya bakal jadi masalah tentunya, untuk itu mereka ambil dari luar desa.

Sekali lagi terbuka dan transparan lebih indah dan menyejukan, itulah hakikat ibadah daripada harus terus membodohi masyarakat dan menutup-nutupi jejak dari kebohongan.

Semoga bermanfaat untuk perbaikan masyarakat di pedesaan sesuai petunjuk dan program presiden agar masyarakat di desa sejahtera dalam membangun dari desa.

[Red]




Bagikan:
Loading...