Mengenal Rumah Adat Suku Mentawai Sumatera Barat

Mengenal Rumah Adat Suku Mentawai Sumatera Barat
Foto : Sumber Wikipedia

MENTAWAI, RedaksiSumbar. Com–Uma adalah sebutan untuk rumah adat Mentawai. Ini juga nama yang diberikan untuk satu kelompok klan di Mentawai. Setiap klan punya satu rumah besar Uma untuk menggelar kegiatan adat, seperti panen atau pesta.

Uma terbuat dari kayu dengan atap daun. Ukurannya luas, memanjang ke belakang dengan branda yang luas pula. Di pintu masuknya terdapat tempat menggantuungkan tengkorak monyet, babi, dan burung hasil perburuan.

Di tengah uma ada tungku perapian terbuat dari batu, disebut Abut Kerei. Fungsinya untuk penerangan di malam hari, tempat memanaskan gajeuma (gendang) pada saat sikerei (dukun dan hali pengobatan) menari adalam acara ritual.

Tungku itu juga tempat memasak hasil buruan, seperti monyet dan rusa. Selain itu juga jadi tempat acara ritual menginjak bara api dalam upacara pengangkatan sikerei baru.

Di dalam uma bagian belakang ada ruang luas yang berdinding, tempat untuk tidur malam hari. Antar kamar tidur dibatasi kelambu. Di ruang paling belakang ada dapur dengan tungku batu untuk ruang masak sehari-hari.

Bermalam di uma bisa menjadi pengalaman yang sangat menarik untuk melihat keseharian kehidupan tradional Mentawai.

Didalam Uma juha sering berlangsung pengobatan oleh Sikerei.Sikerei menjadi tokoh penting di sebuah uma. Dia punya keterampilan mengobati berbagai jenis penyakit dengan ramuan dari tanaman obat.

Dalam pengobatan, Sikerei sering melakukantarian ritual yang merupakan tahap akhir dalam pengobatan. Roh si sakit dihibur dengan tarian dan sesajian agar tidak meninggalkan tubuhnya. Sebab jika jiwa telah meninggalkan tubuh berarti orang tersebut bisa meninggal dunia. Ritual sikerei berlangsung di dalam uma.

Tengkorak tengkorak hasil buruan kaum Lelaki Mentawai di uma digantung di pintu masuk uma sebagai hiasan dan kenang-kenangan.

Mereka berburu dengan menggunakan panah dengan anak panah yang diolesi ramuan beracun. Ramuan racun itu dibuat dari tumbuhan di sekitar uma.

Setelah diolesi racun, anak panah dijemur di panas matahari dan disimpan dalam tabung bambu. Racun anak panah ini sangat hebat, sehingga jika menggores tangan saja bisa menyebabkan kematian.Tdak ada binatang yang dapat bertahan lama setelah terkena racun panah itu meskipun hanya ekornya yang terkena.

Di dalam uma juga banyak bergantungan kuali-kuali besar yang berjejer rapi itu sebagai hiasan dinding. Ada lebih 30 kuali yang dikoleksi setiap uma. Kuali itu adalah alak toga atau mas kawin dari lelaki untuk keluarga perempuan.

[Tim Liputan]

Loading...